PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Adanya kabar intervensi pihak penyidik di bawah Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Pamekasan terhadap korban kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, Polres Pamekasan melakukan bantahan keras.
Polres Pamekasan memastikan tidak ada intervensi apa pun terhadap korban kasus persetubuhan Anak dibawah umur yang diduga dilakukan penyidik di bawah Unit PPA Satreskrim Polres Pamekasan.
Baca Juga: Gelar Wisuda ke-V, Ketua STISA Pamekasan Apresiasi Perjuangan Wisudawan
Menurut Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mengungkap kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan M (pelaku) terhadap Bunga (nama samaran) 14 tahun, warga Pamekasan.
Berbagai upaya yang telah dilakukan pihaknya itu, di antaranya upaya penyelidikan, gelar perkara, penyidikan, hingga pemeriksaan saksi-saksi.
Saat ini, terduga pelaku persetubuhan tersebut telah naik status menjadi tersangka dan ditetapkan sebagai DPO.
Baca Juga: Sepanjang 2024, Damkar Pamekasan Tangani 174 Kebakaran dan 13 Animal Rescue
"Kami dari Satreskrim Polres Pamekasan melakukan upaya paksa untuk mencari pelaku. Saat ini kami sudah sebar anggota di lapangan untuk memburu pelaku," kata AKP Tomy Prambana saat menggelar acara Ngopi Bareng Media (Piramida) yang juga dihadiri Kapolres Pamekasan AKBP Roqib Triyanto SIK di Kantor Humas Polres Pamekasan, Kamis (27/1/2022).
Menurutnya, dalam penanganan kasus ini, pihaknya telah melakukan sesuai prosedur hukum.
Selain itu, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap penyidik yang diduga melakukan intervensi terhadap korban persetubuhan tersebut.
Baca Juga: Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-76, Pj Bupati Pamekasan: Momentum Perkuat Kesatuan Bangsa
Namun, dugaan adanya intervensi terhadap korban persetubuhan yang sempat tersiar di sejumlah media itu tidaklah benar.
"Kami sudah tanya langsung ke penyidik yang menangani kasus itu, mereka menyatakan tidak ada intervensi apapun terhadap korban, kami sudah mengkroscek hal itu," tegasnya.
Tomy menambahkan, pihaknya juga telah melakukan klarifikasi terhadap anggotanya yang berada di lapangan.
Baca Juga: Polres Pamekasan Gelar Rilis 16 Pelaku yang Ditangkap atas Kasus Judi Online dan Konvensional
Hasilnya, semua anggota Satreskrim Polres Pamekasan menyatakan tidak ada yang melakukan intervensi apa pun terhadap korban persetubuhan di bawah umur tersebut.
"Kami sampaikan faktanya, jadi yang ditulis di beberapa media itu tidak sesuai dengan sebenarnya yang terjadi saat pemeriksaan," ungkapnya.
Tomy juga berkomitmen akan menangkap pelaku persetubuhan anak di bawah umur itu, apalagi pelaku sudah ditetapkan sebagai DPO. Ia berjanji tidak akan diam dan akan melakukan tindak lanjut terhadap kasus itu sampai tuntas.
Baca Juga: Si Jago Merah Hanguskan 10 Kios di RSUD Smart Pamekasan, Pasien Sempat Panik
Pihaknya meminta rekan media agar memahami juga perihal tugas Satreskrim ketika beraksi di lapangan. Sebab, dalam hal penyidikan dan penyelidikan kasus apa pun, ada informasi yang memang tidak semuanya bisa dibagikan ke media.
"Kami tidak mungkin memberitahu semua apa yang kami lakukan di lapangan saat hendak menangkap pelaku, karena ada strategi khusus untuk menangkap pelaku yang tidak boleh dipublikasikan ke media," paparnya.
Lebih lanjut, Kasatreskrim lulusan S2 dengan predikat Cumlaude UI Jakarta ini memohon doa kepada masyarakat Pamekasan dan dukungan terhadap rekan media supaya bisa mengungkap dan menyelesaikan kasus persetubuhan tersebut.
Baca Juga: Kejari Pamekasan Ringkus 4 Tersangka dalam 2 Kasus Korupsi pada 2024
Pihaknya memastikan tidak akan pelit informasi dan akan selalu terbuka terhadap informasi apa pun yang berkaitan dengan penanganan kasus. "Semoga kami bisa melaksanakan tugas ini dengan presisi," harapnya. (dim/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News