Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/REUTERS/Sindonews.com
KIEV, BANGSAONLINE.com – Sejatinya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy beradarah Yahudi. Tapi Isarael hingga sekarang tak merespon permintaan bantuan Zelenskyy. Padahal presiden yang berlatar belakang pelawak itu dalam posisi terdesak.
Meski demikian, Israel mengirimkan sekitar 100 ton bantuan kemanusiaan. Diantaranya obat-obatan, kantong tidur, peralatan pemurnian air dan barang-barang lainnya. Ukraina meminta Israel mengirim tim paramedis, tetapi pemerintah zionis itu menolak permintaan tersebut.
BACA JUGA:
- Kunjungi Amanatul Ummah, Kementerian Pendidikan Palestina: Mereka Bunuh Kami Karena Belum Beradab
- Tiga Prediksi Analis Geopolitik China: Amerika Bakal Kalah Lawan Iran, Ini Alasan Logisnya
- Tentara Amerika di Timteng Lari ke Hotel-Hotel, Iran Peringatkan Bakal Serang Mereka
- Negara-negara NATO Menjauh, Trump Dinilai Frustasi Melawan Iran
Ukraina sempat meminta senjata pertahanan dan alat pelindung, tetapi Israel menolak permintaan itu.
Menurut Duta Besar Ukraina untuk Israel Yevgen Korniychuk, Zelensky sangat berharap bantuan Tel Aviv. Alasannya dia berdarah Yahudi.
“Sebagai duta besar negara dengan presiden Yahudi, saya dapat mengatakan Zelensky memiliki harapan yang lebih tinggi dari Israel daripada yang dapat diberikan Israel,” kata Yevgen Korniychuk.
Ia juga mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Naftali Bennett berada dalam situasi sulit untuk menyeimbangkan hubungan Israel dengan Ukraina dan Rusia karena Zelensky adalah orang Yahudi.






