Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat memukul gong tanda dimulai launching kurikulum baru. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
"Untuk itu mari kita siapkan generasi kita dengan didorong kurikulum digitalisasi pendidikan," kata Gus Yani.
Ia menambahkan, kegiatan tahfidz, pondok ramadan, dan kegiatan yang bersifat keagamaan lainnya harus terus dibangun dan digaungkan. Hal ini untuk menjaga kearifan lokal dan melestarikan budaya di Kabupaten Gresik.
"Mudah-mudahan dengan adanya kurikulum baru generasi muda Kabupaten Gresik siap menghadapi tantangan dimasa depan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik, S Hariyanto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan bakal menindaklanjuti problem sarana prasarana pendidikan yang terjadi di sekolah. Untuk itu, Dispendik Gresik akan berkolaborasi dan menggandeng CSR
"Jika mengandalkan anggaran dari APBD maupun APBN yang nilainya hanya Rp30- 35 miliar, maka akan membutuhkan waktu 11 hingga 12 tahun untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan dukungan penuh Bapak Bupati Gresik, dinas pendidikan harus menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan ke depan," kata Hariyanto.
Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman; Asisten III Administrasi Umum, Abu Hassan; perwakilan HIPMI, Gapensi, Apindo, PHRI, dan Gresik Heritage. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




