Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman dan Wakil Bupati KH Abdul Wachid Badrus usai melaksanakan pawai Alegoris, dan akan memasuki Pendopo Kabupaten Nganjuk, diiringi tarian penyambutan. foto: bambang dj/BAMBANGONLINE.com
Pawai diberangkatkan dari Alun-alun Berbek menuju Pendopo menggunakan Kereta Kencana, dokar hias dan becak hias, untuk peserta pawai, terakhir paguyuban sepeda antik, menggunakan sepeda kuno dengan dandanan khas Jawa.
Iring-iringan pawai terdiri dari kereta kencana yang ditumpangi mulai dari Bupati, wakil bupati, para Muspida Nganjuk, anggota DPRD, Camat, SKPD-SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), dan para UPTD-UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) se-Kabupaten Nganjuk serta para Parogo. Kirab yang diikuti seluruh instansi di lingkungan Pemkab Nganjuk dan juga instansi Kecamatan dan desa ini berlangsung meriah.
Pawai iring-iringan start sejak pukul 07.00 wib, dari Alun-alun Berbek. Warga sudah berdiri di pinggir jalan untuk menyaksikan, meski cuaca terik.
Kemeriahan pawai juga di hadiri oleh berbagai macam atraksi yang di tampilkan dari beberapa daerah yang diundang pada kemeriahan hari jadi diantaranya dari kabupaten Lamongan, Madiun, Kediri, Ponorogo, dan para pelajar.
Bahkan dalam iring-iringan, juga diikuti mantan putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira. Dia mengaku kagum dengan keindahan dan keramahan masyarakat Nganjuk, termasuk keberadaan Air Terjun Sedudo. “Saya fikir Nganjuk kota angin itu hanya ucapan biasa, ternyata terbukti setelah saya merasakan sendiri,” kata Elvira.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




