Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, Franky Sibarani berdiskusi dengan Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto. Foto:yuli iksanti/BANGSAONLINE
Djarwo kemudian memaparkan bahwa Pelindo III tidak hanya membangun pelabuhan, tetapi juga menyiapkan infratsruktur akses logistik pelabuhan. “Terminal Teluk Lamong merupakan terminal multimoda yang konektivitasnya akan dikembangkan via jalan tol, fly-over, monorail, dan rel KA,” ujarnya.
Sayangnya tahap pengembangan aksesibilitas terhambat oleh lambatnya sejumlah proses perizinan di birokrasi pemerintah, meski sudah rapat berkali-kali. “Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mempunyai 32 rute pelayaran domestik atau yang terbanyak di Nusantara. Perannya sangat penting bagi konektivitas logistik negeri,” tambahnya.
Menyikapi ini, Franky mengatakan bahwa BPKM siap mendukung percepatan proses pengurusan surat tersebut ke instansi terakit, demi mendukung peningkatan investasi. “Pemerintah harus membenahi perizinan agar semua program pembangunan berjalan lancar,” tegasnya.
Terkait JIIPE, Franky memaparkan betapa potensialnya megaproyek kerjasama antara Pelindo III dan PT AKR Corporindo, Tbk. Kedua pemain besar di industri logistik dan infrastruktur nasional ini mengelola JIIPE melalui pengembangan bersama antar anak usahanya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia dan PT Usaha Era Pratama Nusantara.
“JIIPE memiliki potensi kapasitas hingga 1.119 tenant di kawasan industri, sehingga dapat menarik hingga 123.750 orang tenaga kerja,” ujar Franky detil.
“Tenant ini akan masuk karena adanya fasilitas, maka BPKM akan mendorong investasi dengan pelayanan One Stop Service dan memastikan investasinya on-going (proyeknya terus berjalan),” pungkasnya.
JIIPE akan menjadi kawasan industri yang sangat efisien dengan luas hingga 2.933 hektar yang terintegrasi dengan pelabuhan yang berkedalaman -16 meter, sehingga dapat disandari kapal-kapal besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




