PROBOLINGGO, BANGSAONLINE..com - Ribuan ubur-ubur meyerbu perairan laut Probolinggo. Munculnya ribuan ubur-ubur itu terjadi sejak bulan April 2022 lalu dan jumlahnya kian terus bertambah setiap harinya.
"Ubur-ubur itu biasanya muncul di setiap pergantian musim," ujar Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo, Hari Pur Sulistiono pada wartawan, Sabtu (14/5).
Baca Juga: Belasan Wartawan Datangi Kantor DPRD Kota Probolinggo, Ada Apa?
"Saat pergantian musim hujan ke musim kemarau, ubur-ubur itu akan muncul ke permukaan laut. Dulu banyak industri pengolahan ubur0ubur. Namun sekarang sudah tidak ada lagi," tambahnya.
Tidak adanya industri pengolahan ubur-ubur karena hewan tanpa tulang itu sekarang banyak yang mengandung racun, sehingga tidak ekonomis lagi kalau diolah. Meski munculnya ribuan ubur-ubur itu tidak membahayakan, namun sedikit mengganggu terhadap aktivitas nelayan. Bahkan ada sebagian nelayan yang enggan untuk melaut.
"Keberadaan ubur-ubur memang tidak membahayakan, tetapi cukup mengganggu pada nelayan. Banyak jaring nelayan yang rusak karena ubur-ubur," ujar seorang nelayan, Ahmad di pelabuhan Tanjung Tembaga. (ugi/ns)
Baca Juga: Satreskrim Polres Probolinggo Kota Ringkus Pencuri dan 2 Penadah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News