Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat mengajak dialog warga. Foto : Ist/BANGSAONLINE.com
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pengecekan sanitasi dan jamban penerima manfaat bantuan stimulan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kecamatan Badas, Kediri, Senin (22/8/2022).
Ia berharap, 100% masyarakat di wilayahnya Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di tahun depan.
BACA JUGA:
- Rumah Dijual demi Obati Istri Stroke, Suyanto Bahagia Usai Dapat Bantuan Bupati Kediri
- Wali Kota Kediri Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung 20 Juni
- Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 6 Meter di Gurah
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
“Program ini yang pada intinya mengintervensi supaya perilaku hidup masyarakat higienis atau terbebas dari penyakit-penyakit lingkungan,” terang Mas Dhito sapaan akrab bupati.
Menurutnya, Kesadaran masyarakat kediri untuk buang air besar di jamban, sudah meningkat. Namun masih 77% masyarakat perlu meningkatkan ODF. Bahkan, Mas Dhito menargetkan tahun 2024, 100% warganya sudah buang air besar di jamban.
“Ini harus menjadi perhatian bagi kepala desa dan camat di Kabupaten Kediri. Target saya tahun 2024, dari sisa 23 persen tersebut harus buang air pada tempatnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, dalam program STBM, terdapat 5 instrumen. Seperti, tidak buang air besar sembarangan, mencuci tangan menggunakan sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah rumah tangga dengan aman, serta mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




