Pedagang Telur Ayam di pasar Ledok, Kelurahan Kebonsari, Kabupaten Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Harga telur ayam di Kabupaten Tuban, dalam dua pekan terakhir terpantau cukup tinggi. Saat ini, harga per kilo telur dibandrol dengan harga Rp30 ribu. Sebelumnya, hanya sekitar Rp24 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban, Firin saat ditemui awak media mengatakan, kenaikan ini sudah terjadi kurang lebih dua pekan terakhir. Kenaikan itu, diduga karena telur sebagai salah satu komoditi dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
"Sudah sekitar dua pekan ini harganya naik. Dugaan saya, kenaikan harga ini lantaran adanya pencairan bantuan pemerintah PKH atau BPNT cair,” tuturnya, Selasa (23/8/2022).
Ia mengungkapkan, adanya kenaikan telur ini berakibat pada penjualan yang menurun. Jika harga normal, dia bisa menjual 15 kilogram dalam dua hingga tiga hari, namun saat harga telur mengalami kenaikan, menghabiskan 15 kilogram telur membutuhkan waktu satu pekan.
"Pembeli pada mengeluh karena harganya saat ini memang mahal," keluhnya.
Di tempat terpisah, pemilik toko yang berada di pasar Ledok, Kelurahan Kebonsari, Kabupaten Tuban, Nur Kholis mengatakan, untuk harga telur di tokonya kisaran harga Rp 29 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogramnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




