Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky bersama transmigran, Senin (17/10/2022).
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak tiga kepala keluarga (KK) asal Kabupaten Tuban, mengadu nasib mengikuti program transmigrasi ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Ketiga warga terpilih itu, adalah Padi dan Pargi warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, serta Mustofa asal Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Mereka pindah dan menetap di lokasi transmigrasi bersama anak dan istri masing-masing.
BACA JUGA:
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
"Program dibuka kembali setelah dua tahun terhenti akibat pandemi Covid-19," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Tuban, Sugeng Purnomo, Senin (17/10/2022).
Sugeng menyebutkan, Program ini memang breakdown dari pusat ke provinsi, dan mereka bertiga sebenarnya sudah mendaftar dari tahun lalu, tapi karena karena memang belum ada, maka baru diberangkatkan sekarang. Setelah program transmigrasi kembali dibuka, Kabupaten Tuban memberangkatkan 3 Kepala Keluarga (KK) untuk mengikuti program tersebut.
"Para transmigran ini akan mendapatkan rumah dan lahan garapan seluas dua hektar, peralatan bertani, peralatan dapur serta uang jaminan hidup selama satu tahun," jelas Sugeng.
Mantan Camat Kerek ini menambahkan, proses pemilihan transmigran juga tak main-main, sebab sebelumnya banyak terjadi penyalahgunaan program ini. Para peserta sebelum berangkat harus melalui sistem verifikasi ketat dan komitmen tinggi dari warga. Selain itu, juga harus mengikuti pelatihan transmigrasi terlebih dahulu.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




