"Awalnya jembatan itu kembali seperti semula tetapi ambruk lagi karena dihantam banjir kedua kalinya. Perjuangan masyarakat cukup antusias demi jembatan ini bisa dilewati," tambahnya.
"Herannya lagi, selama proses perbaikan jembatan meski sifatnya sementara, pemerintah tidak mensupport samasekali," timpalnya.
Disinggung terkait janji pemerintah akan membangun jembatan ini, ia mengaku tak heran. Sebab, janji itu sejak tahun 2021 lalu sudah sampai pada masyarakat kalau jembatan ini akan dibangun tapi buktinya kosong.
"Janji pemerintah bagi masyarakat terdampak banjir ini sudah biasa, artinya, tidak menaruh harapan besar pada janji pemerintah bilamana waktunya tiba akan dibangun pastinya dibangun. Makanya warga sini rutin merawat serap jembatan, kalau rusak langsung diganti tidak usah mengandalkan pemerintah," bebernya.
Warga berharap pemerintah bisa memprioritaskan pembangunan yang seharusnya butuh dibangun secara cepat. Apalagi, pemimpin Sampang Hebat Bermatabat dalam janji politiknya akan menyelesaikan insfratruktur sehingga bisa mendongkrak putaran ekonomi masyarakat.
"Mengingat janji politik pemimpin Sampang Hebat Bermatabat antara lain insfratruktur, entah benar atau tidak jembatan ini masuk janji politiknya atau tidak," pungkasnya. (tam/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




