SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kisruh Demokrat terjadi sehari menjelang pembukaan Kongres Partai Demokrat IV di Surabaya. Puluhan Ketua DPC dan ratusan pengurus partai dari sejumlah daerah menggeruduk arena kongres, di Hotel Shangri-La. Mereka protes karena tak mendapat hak suara. Informasinya, mereka adalah mantan ketua DPC yang diganti oleh Plt. Namun mereka datang minta hak suara.
Kericuhan ini terjadi saat dilakukan registrasi peserta di lantai III Hotel Shangri-La, Senin siang. "Kami jauh-jauh dari Sulawesi. Kenapa kami tak diakui," kata salah satu pengurus DPC PD, yang mengaku bernama Paulus, Senin (11/5).
BACA JUGA:
Dengan menenteng SK yang ditandatangani DPP, mereka ternyata ditolak sebagai peserta kongres yang bisa menggunakan hak pilihnya. "Apa salah kami," kata pengurus DPC dari Purbalingga, Muhamad Iksan, yang mengaku mantan Ketua DPC Demokrat.
Begitu muncul protes, pengurus DPC yang lain juga mengikuti protes yang sama. Pengurus DPC Partai Demokrat Nganjuk juga dengan lantang menunjukkan SK dan memprotes panitia. "SK pengurus dilegalisir DPP sejak November. Kami resmi menggelar Muscab. Panitia harus menjelaskan ini," teriaknya.
Begitu ricuh, panitia dengan tegas menggelandang dan berteriak, "Bapak-bapak yang protes. Kami panitia. Mari ikut saya kita selesailan secara internal," kata panitia.
Sementara itu, Ketua Harian PD Syarif Hasan membantah rumor bahwa ada 162 Plt ketua DPC seluruh Indonesia. Kondisi ini memang rentan kisruh. "Yang benar itu 89 Plt," kata Syarif.
Menurutnya, sesuai AD/ART partai, bahwa mereka yang sudah 'dipecat' dari Ketua DPC, maka otomatis mereka tidak memiliki hak suara di Kongres. Sedang penggantinya yaitu plt tetap memiliki suara. Menyinggung soal ancaman mereka yang akan menggelar Kongres tandingan dipersilahkan. "Cuma yang saya tanyakan siapa yang akan hadir dan yang menggelarnya," sindir Syarif.
Seperti diketahui, Kongres IV Partai Demokrat (PD) yang akan digelar pada Selasa (12/5) hingga Rabu (13/5) di Hotel Shangri-La Surabaya mulai diwarnai aksi protes dari kadernya sendiri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




