Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA. Foto: HARIAN BANGSA/BANGSAONLINE.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com --- Oleh: Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA --- Tulisan ini merupakan kelanjutan dari pemikiran Prof Dr Imam Ghazali Said, MA, yang dimuat BANGSAONLINE.com edisi Jumat (25/11/2022) berjudul "Gagal Hidupkan Khilafah: Mulai Raja Hijaz, Fuad I Mesir, hingga Ibnu Saud". Tulisan ini sebelumnya dimuat di HARIAN BANGSA. Selamat mengikuti.
Setelah kaum Muslim secara kalkulasi politik tidak mungkin atau mustahil untuk menghidupkan kembali sistem “Negara Khilafah” berskala internasional, maka para pejuang muslim-nasionalis menurunkan tensi perjuangan internasionalnya ke perjuangan: menjadikan “Islam sebagai Dasar Negara” pada masing-masing bangsa dengan konsekuensi formalisasi syariat Islam pada negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
BACA JUGA:
- Pemprov Jatim Bahas Kerja Sama dengan Alexandria Mesir di Sektor Perdagangan dan Pendidikan
- HUT ke-26 HARIAN BANGSA, Gelar Khotmil Quran dan Doa Bersama Anak Yatim
- Kiai Asep: Muhammadiyah juga Aswaja, Mereka Pilih PAN, yang Pro Khilafah Pilih PKS
- Syaikh dari Mesir Pimpin Doa, Kiai Asep Pimpin Shalat Malam di Amanatul Ummah Humbang Raya Kapuas
Tentu “perjuangan Islam” model ini harus berhadapan dengan para pejuang nasionalis sekuler yang netral agama dan kaum sosilis-komunis yang cenderung abai bahkan anti agama. Perjuangan demikian terus berlangsung secara dinamis dan relatif demokratis.
Negara-negara bangsa dengan berbagai bentuknya terkait posisi lslam yang diperjuangkan oleh para aktivis Muslim nasionalis dalam konstitusi masing-masing negara, menurut Ahmet T.Kuru, dapat dibagi menjadi empat model.
Pertama, konstitusinya menyebut secara eksplisit sebagai “negara sekuler”. Negara bangsa seperti ini ada 14 negara. Yaitu : 1. Turki, 2. Azarbejan, 3. Borkina Paso, 4. Chad, 5. Gunia, 6. Gambia, 7. Gunea Bissau, 8. Kazakhstan, 9. Kososo , 10. Mali, 11. Senegal, 12. Tajikistan, 13. Turkeministan,14. Kyrgistan.
Kedua, konstitusinya secara implisisit menyebut sebagai negara skuler atau menyebut sebagai negara Islam substantif. Negara bangsa seperti ini ada 8 negara. Yaitu: 1. Albania, 2. Eriteria, 3. Indonesia, 4. Libanon, 5. Neger, 6. Negeria, 7. Serra lione, 8. Uzbekistan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




