Kembali Digelar, Dhoho Street Fashion 7th Usung Tema Diversity of Dhaha

Kembali Digelar, Dhoho Street Fashion 7th Usung Tema Diversity of Dhaha Ketua Dekranasda Kota Kediri, Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar, dan para desainer yang hadir dalam Dhoho Street Fashion 7th. Foto: Ist

Selain Yuyun Maskurun, tampil para desainer lokal yaitu Azzkasim Boutique, SMKN 3 Kota , Batik Jaya Warsa, Numansa, dan Luxcaesar. Koleksi SMKN 3 Kota bertema Casual Ready to Wear. Tujuannya agar anak-anak muda Kota semakin bangga menggunakan tenun ikat . Dengan model yang lebih casual sesuai dengan anak muda.

Sedangkan desainer nasional yang diundang Dekranasda Kota untuk mempresentasikan tenun ikat yaitu Priyo Oktaviano dan Era Soekamto. Priyo Oktaviano, desainer yang lahir dan besar di Kota untuk menampilkan dua tema yang kontras.

"Tema pertama Chilhood Reminescence dari second line saya SPOUS sejumlah 12 outfits. Koleksi ini dengan gaya anak muda generasi gen Z, style sportif, casual, dan urban street. Inspirasinya dari kenangan masa kecil saya sampai SMA yang indah di Kota ini,” kata Priyo.

Selanjutnya koleksi feminin dan elegan ditampilkan dalam tema Ibu Pertiwi by Priyo Oktaviano. Koleksi ini merupakan first line Priyo yang diperuntukkan untuk perempuan yang ingin tampil elegan khas perempuan Timur. Terinspirasi oleh penampilan anggun almarhumah ibunya, warna-warna dari 12 outfits berupa warna-warna kalem mulai dari hijau olive, kuning, orange peach yang didukung aksesories dari Rinaldy A. Yunardi.

Lalu ada juga desainer Wignyo Rahadi. Dimana Wignyo sendiri mulai tertarik dengan kerajinan tenun sejak 1995, berkreasi dengan kain tenun ATBM membuat busana siap pakai sehingga dikenal sebagai pelopor kemeja tenun SBY sejak tahun 2006.

Dalam DSF 7th ini, Wignyo menampilkan 8 looks bertema Antusias. "Ini terinspirasi dari saya lihat di Dhoho Street Fashion ini sangat antusias. Yakni antusias sekali mengembangkan wastra lokal yang dimiliki," ujarnya.

Sebelumnya Wignyo Rahadi mengisi Bootcamp Wastra Mataraman bersama yang didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia . Kegiatan selama 14 hari ini diikuti 40 peserta, baik orang dewasa maupun pelajar di Aula SMKN 3 Kota .

Sedangkan desainer Era Soekamto menghadirkan 24 outfits dengan tema Kadhiri. Menurut Era, koleksi ini terinspirasi dari sejarah kerajaan Kadhiri. Motif Trisula berbentuk segitiga seperti tumpal menggambarkan suluk atau tanjakan spiritual, mencapai kesadaran diri yang sejati atau ”KaDhiri”. Masuklah ke dalam diri dalam kesadaran Tuhan yang menyemesta sepenuhnya.

“Tenun ikat ini saya persentasikan dengan gaya ethnic modern dengan sentuhan Jawa Bali dan Kerajaan Majapahit,” kata Era.

Turut hadir, para desainer yang terlibat dalam , Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Nanis, Penenun Siti Rukayah, Ketua DPD Gerkatin Jawa Timur Yuyun Maskurun, Kepala Disperdagin Tanto Wijohari, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Herwin Zakiyah, dan tamu undangan lainnya. (uji/sis)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO