Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso saat diwawancarai, Jumat (16/12/2022).
TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Pasca eksekusi secara paksa komplek perbelanjaan Belga di Tulungagung pada Rabu (14/12/2022) lalu, berpotensi angka pengangguran semakin bertambah.
Hal ini, menjadi tugas berat bagi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung untuk mencari solusi untuk meminimalisir terjadinya peningkatan pengangguran di wilayahnya.
BACA JUGA:
- Kepesertaan JKN Tulungagung Tembus 84,52 Persen, Keaktifan Peserta Masih Jadi PR
- Toko Miras Tanpa Izin di Ngunut Tulungagung Disegel, Puluhan Botol Minuman Impor Disita
- Manasik Haji 133 Santri Cilik di Tulungagung Satukan PAUD, TK dan SD
- BPJS Satu dan PIPP Jadi Andalan Peserta JKN saat Jalani Perawatan di Rumah Sakit
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso mengungkapkan, saat ini, pihaknya tengah melakukan kajian dan mengusulkan alternatif solusi kepada Bupati Tulungagung, untuk karyawan dampak eksekusi secara paksa 51 ruko yang ada di komplek perbelanjaan Belga.
"Kami akan menghadap bupati untuk mencari solusi dampak dari eksekusi itu, apalagi untuk karyawan yang tidak bisa bekerja setelah eksekusi,” kata Agus kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (16/12/2022).
Menurutnya, alternatif solusi pertama adalah dengan mengusulkan pemberian pelatihan atau kursus kepada eks karyawan Belga.
Setelah itu, rencana berikutnya, ialah memberikan bantuan alat kerja, sehingga, mereka dapat berkarya secara mandiri dan tetap mendapatkan penghasilan.
“Usai mengikuti pelatihan, kami akan bantu dengan alat sehingga tidak kehilangan pekerjaan. Mereka pun dapat mandiri di rumah dan dapat menciptakan lapangan kerja baru,” paparnya
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




