Jaga Integritas, Bupati Kediri Minta PPS Berani Tolak Suap dan Lawan Intimidasi

Jaga Integritas, Bupati Kediri Minta PPS Berani Tolak Suap dan Lawan Intimidasi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat memberi sambutan di acara pelantikan PPS di Convention Hall SLG. Foto: Ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pelantikan 1.032 Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kabupaten Kediri untuk pemilu 2024 di hadiri langsung oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana bertempat di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (24/1/2023).

Dalam arahannya, Bupati Hanindhito berpesan agar para petugas PPS bisa menjaga integritas saat pelaksanaan pemilu 2024. Mengingat, pemilu 2024 merupakan pemilihan serentak untuk calon presiden, calon legislatif dari pusat hingga daerah, serta calon kepala daerah. Sehingga, pemilu 2024 bakal menentukan nasib bangsa ke depannya.

Karena itu, bupati yang merupakan Putra Menseskab Pramono Anung itu menekankan agar PPS mampu menghadapi godaan yang sangat banyak. Selain godaan berupa suap, menurutnya, PPS juga rawan mendapatkan intimidasi. Mengingat, saat pelaksanaan pemilu 2024 akan banyak kepentingan yang muncul.

"PPS yang hari ini dilantik adalah para PPS yang berani menolak uang, berani melawan kalau ditekan," pesan bupati yang karib disapa Dhito tersebut.

Ia juga meminta PPS yang baru dilantik agar mampu menjaga kehormatan KPU Kabupaten Kediri yang telah berhasil menjadi juara umum sebagai KPU terbaik pada pilkada 2020. Ia pun meminta agar pakta integritas yang telah disepakati dan diteken oleh PPS benar-benar dijalankan.

"PPS harus betul-betul bisa menjaga kredibilitas dan integritasnya," tegasnya.

Dhito berharap, para PPS se-Kabupaten Kediri bisa menjaga kredibilitas dan integritas sehingga produk-produk hasil demokrasi pada pemilu 2024 mendatang merupakan pilihan yang terbaik.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kediri, Ninik Sunarmi, mengatakan bahwa 1.032 PPS yang dilantik kali ini merupakan hasil seleksi dari 3.954 pendaftar. Mereka akan bertugas di 343 desa dan 1 kelurahan di Kabupaten Kediri.

"Dari 1.032 PPS, nanti per masing-masing desa ada tiga orang," terangnya.

Setelah dilantik, sudah ada tugas yang menanti PPS, yaitu pemuktahiran data pemilih. Sebelum melaksanakan pemutakhiran, mereka akan diberikan bimbingan teknis terlebih  dahulu.

Adapun jumlah TPS berdasarkan proyeksi yang dilakukan KPU sebanyak 5.758. (tia/rev)