Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat memberi keterangan kepada awak media.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkab Kediri bersama PT Surya Dhoho Investama (SDHI) dan PT Surya Kertaagung Toll, melakukan pertemuan untuk membahas infrastruktur pendukung Bandara Dhoho Kediri yang rencananya akan beroperasi pada Oktober mendatang, Rabu (1/2/2023).
Bupati mengatakan bahwa ada beberapa akses jalan yang menjadi prioritas, yakni tol Kediri-Tulungagung, kemudian ada Simpang Susun Bulawen di Kecamatan Banyakan.
BACA JUGA:
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
"Simpang Susun Bulawen ini harapannya akan menjadi episentrum baru di Kabupaten Kediri," ujarnya.
Menurut dia, di Kabupaten Kediri saat ini baru wilayah Kecamatan Pare dan Ngasem yang masuk wilayah perkotaan. Simpang Susun Bulawen dengan panjang 550 meter itu nantinya akan berpengaruh pada pertumbuhan daerah sekitar.
"Adanya Simpang Susun Bulawen ini diharapkan ada pertumbuhan ekonomi yang baik di barat sungai," tuturnya.
Putra Menseskab Pramono Anung itu menegaskan bahwa Pemkab Kediri berkomitmen membangun infrastruktur pendukung bandara. Selain akses jalan, akan dibangun Jembatan Jongbiru yang rencananya mulai dikerjakan Bulan Mei 2023 mendatang berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dengan anggaran Rp38 miliar.
"Itu menjadi komitmen kami dengan Kementerian PUPR memenuhi kebutuhan yang menjadi penunjang bandara," ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




