SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kondisi infrastruktur seperti jalan raya, ketersediaan air bersih dan listrik, menjadi salah satu faktor penting dalam mendongkrak pertumbuhan investasi di Kota Surabaya. Dengan kata lain, investasi di Surabaya yang terus bergerak naik dari tahun ke tahun, disebabkan karena kepuasan pengusaha dan investor terhadap kondisi infrastruktur di Kota Pahlawan.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) Kota Surabaya, Eko Agus Supiadi di acara Media Gathering bertema “Kesiapan Infrastruktur Jalan di Surabaya dalam Mendongkrak Investasi” di ruang ATCS Lantai VI kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kamis (4/6/2015).
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik
Menurut Agus Eko Supiadi, ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap investasi di sebuah kota. Selain situasi keamanan kota yang kondusif, relatif bebas dari banjir dan juga kondisi infrastruktur jalan yang memadai. Dikatakan Agus, Kota Surabaya telah memenuhi semua syarat itu sehingga menjadi jujugan bagi investor untuk menanamkan investasi. Itu yang membuat Surabaya kemudian layak disebut sebagai kota perdagangan dan jasa.
“Surabaya masih menjanjikan untuk investasi karena sarana dan prasarana yang tersedia tidak ada masalah. Bahkan, sekarang ini, beberapa jalan baru sudah dioperasikan seperti MERR. Dengan dibukanya akses jalan baru tentunya semakin membuka peluang investasi di Surabaya,” tegas Agus Eko.
Agus tidak menampik bila kondisi jalan-jalan Surabaya kini mulai padat kendaraan sehingga memicu kemacetan di beberapa ruas jalan. Namun, padatnya kendaraan yang berlalu lalang di jalanan Surabaya yang tentunya pengendaranya memiliki beragam kepentingan, juga bisa menjadi salah sat tolok ukur bahwa perekonomian di Surabaya tumbuh.
“Definisi investasi itu bukan hanya PNPM atau PMA. Siapapun orang yang menanamkan investasinya di kota tertentu, itu sudah disebut investasi. Surabaya punya banyak potensi nvestasi. Kita menargetkan nilai investasi tahun ini bisa di angka empat (4) triliun rupiah,” sambung mantan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




