Direktur Operasi & Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih (empat dari kanan) saat panen raya. Foto: Ist.
GIANYAR, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik merupakan perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memberikan pendampingan pertanian komprehensif. Mulai dari budidaya tanaman, hingga pengolahan produk pascapanen di Kabupaten Gianyar, Bali.
Pendampingan ini, ditandai dengan panen demonstration plot (demplot) program Makmur di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Safari Ramadhan di Gresik, Dirut Pupuk Indonesia Salurkan Santunan ke Ribuan Masyarakat
Direktur Operasi & Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mengatakan, pendampingan budidaya tanaman dijalankan perusahaan melalui program Makmur.
Ia menjelaskan, Petrokimia Gresik melakukan demplot padi di tujuh titik, dengan rata-rata produktivitas yang meningkat hingga 25 persen, dibandingkan dengan petani sebelumnya.
"Rata-rata hasil panen dari demplot Program Makmur ini mencapai 7,375 ton/Ha. Sementara produktivitas padi di sini sebelumnya hanya 5,9 ton/Ha," ucap Digna, Jumat (12/5/2023).
Peningkatan dari hasil panen menggunakan rekomendasi pemupukan berimbang, Petrokimia Gresik, yaitu Phosgreen (100 kg/Ha), ZA Plus (50 kg/Ha), pupuk organik Petroganik Premium (500 kg/Ha), Urea Nonsubsidi (200 kg/Ha) dan NPK Phonska Plus (300 kg/Ha).
"Produk pupuk yang kami hadirkan ini juga merupakan alternatif substitusi bagi petani yang membutuhkan produk ZA, SP-36 dan Petroganik yang saat ini sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022," tuturnya.
Ia mengatakan, pihaknya telah memberikan kandungan tambahan yang dibutuhkan tanaman pada pupuk tersebut. Bukan sekedar pembeda dengan produk subsidi, namun tambahan kandungan ini akan memberikan hasil lebih optimal.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




