KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal dan Temu Alumni Nasional Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/5/2023). Foto: M Mas'ud Adnan/BANGSAONLINE
JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Pesantren Tebuireng yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU), selalu meliburkan ngaji para santrinya tiap hari Selasa. Bahkan hingga kini di Pesantren Tebuireng tiap hari Selasa ngaji selalu libur. Kenapa?
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), pengasuh Pesantren Tebuireng mengungkap sejarah awal ketika Hadratussyaikh mendirikan Pesantren Tebuireng. Menurut dia, Hadratussyaikh mendirikan Pesantren Tebuireng pada 1899. Saat itu terjadi ketimpangan sosial luar biasa.
BACA JUGA:
- Pelaksanaan Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
- Pesantren Tebuireng Salurkan Ribuan Besek Daging Kurban
- Hari Ini Munas Ikapete dan Festival Pesantren Tebuireng 2026 Digelar
- Sukses Gelar Muskerwil di Tuban, PWNU Jatim Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
“Pabrik gula menyewa tanah petani. Sewanya relatif murah,” tutur Gus Kikin saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal dan Temu Alumni Nasional Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/5/2023).
Melihat realitas sosial yang menyengsarakan rakyat itu, Hadratussyaikh lalu tergerak untuk membeli sebagian tanah itu. Bukan untuk kepentingan pribadi atau dirinya sendiri. Tapi untuk kepentingan para petani itu sendiri.
Jadi, dengan tanah yang dibeli itu Hadratussyaikh bisa mengajarkan ilmu pertanian pada masyarakat secara baik dan mandiri, sehingga mereka tidak lagi menyewakan tanahnya kepada pabrik gula dengan harga murah.
“Tiap hari Selasa, Kiai Hasyim Asy’ari turun ke desa, mengajari masyarakat untuk bertani,” kata Gus Kikin.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




