Musyawarah Nahdliyin Bangkalan saat memutuskan untuk mendukung penuh Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin dalam Pemilu 2024 sebagai calon presiden.
Bahkan, pada 1955 Nahdliyin ikut pemilu sebagai partai politik. Hal ini karena berpolitik bagi para kiai sepuh nahdliyin adalah perintah agama untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar.
Karena, Islam dan politik ibarat dua sisi mata uang logam. Meskipun bisa dibedakan tapi tidak bisa dipisahkan. Uang logam disebut uang dan bernilai jika kedua sisinya ada.
Karena itu, berbagai propaganda yang ingin memisahkan Nahdliyin dan politik kekuasaan adalah propaganda yang kontra sejarah dan menyesatkan Nahdliyin
Dengan adanya keterlibatan dari kader Nahdliyin, mengingat jumlah besar dapat bisa menjadi salah satu dasar di setiap pengambilan keputusan politik. Hal ini penting dilakukan dengan maksud segala kebijakan yang dilahirkan berdasar dan dibingkai oleh nilai nilai agama.
Gus Muhaimin sebagai kader murni dari Nahdliyin bisa menjadi perwakilan ummat dalam menyampaikan aspirasi dan penentuan keputusan kebijakan. Ia diharapkan siap di barisan terdepan dalam setiap pengambilan keputusan politik, karena hal tersebut menjadi bagian dari tanggungjawab sebagai kader Nahdliyin
"Gus Imin santri, asli kader Nahdliyin, warga Nahdliyin tulent dan kami sebagai warga Nahdliyin Bangkalan mendukung penuh Gus Imin menjadi Presiden 2024, untuk kemaslahatan warga Nahdliyin dan masyarakat umum di masa yang akan datang",jelasnya (ida/uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




