Pantauan Citra Satelit Himawari yang diunggah BMKG
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Warga Jawa Timur termasuk Surabaya saat ini merasakan udara yang lebih dingin dari biasanya pada malam hari.
Ternyata hal ini lumrah terjadi pada pertengahan tahun di Indonesia. Khususnya pada peralihan musim penghujan ke musim kemarau.
BACA JUGA:
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
- Prakiraan Cuaca Kota Batu Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 17-23°C, Kecepatan Angin 3.1 m/s.
Fenomena ini disebut bediding. Merupakan serapan dari bahasa Jawa: 'bedhidhing' yang disebut untuk menggambarkan perubahan suhu malam hari pada awal kemarau.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi fenomena bediding yang melanda wilayah Jawa Timur.
Hal ini merupakan fenomena alamiah yang terjadi di bulan Juli hingga September.
"Dari pantauan Citra Satelit Cuaca Himawari, malam ini kondisi atmosfer Jatim secara umum kering. Kondisi ini mendukung terjadi fenomena bediding atau penurunan suhu yg signifikan antara malam-pagi hari,"tulis BMKG dikutip dari unggahan Instagramnya, Jumat (21/7/2023).
Masyarakat diimbau menggunakan selimut sebelum tidur dan tidak menggunakan kipas angin atau AC terlalu kencang/rendah untuk menghindari rasa dingin yang berlebih.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




