Jokowi dan Erick Thohir saat kunker ke Malang (dok. BMI Setpres)
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir merespon suara keluarga korban tragedi kanjuruhan.
Hal ini dikarenakan viralnya aksi ibu-ibu dari korban tragedi kanjuruhan yang meminta keadilan saat kunjungan Presiden Jokowi bersama Erick Thohir di Malang, Senin (24/7/2023).
BACA JUGA:
- Polresta Malang Kota Tangkap 2 Pelaku Curas Mahasiswa, Satu Buron
- HUT ke-45 Tirta Kanjuruhan, Bupati Malang Dorong Penguatan SDM dan Inovasi Layanan
- 5 Kereta Tujuan Surabaya dan Malang Terlambat Akibat Gangguan di Jakarta, KAI Daop 8 Buka Suara
- 37 Tahun, JADE Indopratama Malang Masuk Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Bey Machmudin mengatakan, Presiden telah menerima laporan mengenai pesan kedua ibu tersebut.
Keduanya ingin menemui perwakilan PSSI atau penyelenggara liga untuk menyuarakan rasa ketidakadilan atas vonis ringan pelaku tragedi Kanjuruhan.
"Bapak Presiden langsung meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk menindaklanjuti aduan dari kedua ibu tersebut dengan segera," kata Bey Machmudin kepada wartawan, Selasa (25/7/2023).
Bey menjelaskan, saat ibu-ibu tersebut menyampaikan aspirasi, Presiden Jokowi sudah didalam Pasar Bululawang, Kabupaten Malang.
"Saat ibu-ibu tersebut menyampaikan aspirasinya, seperti terlihat dalam video, Bapak Presiden sudah berada di dalam pasar," ujarnya.
Kendati begitu, ketika tengah berkunjung ke PT. Pindad (Persero), Jokowi disebut telah menerima laporan tersebut.
Ia pun langsung memerintahkan Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay mencari kedua ibu tersebut agar dapat bertemu.
"Namun hingga Bapak Presiden dan rombongan selesai makan, kedua ibu tersebut tidak berhasil ditemukan. Sehingga tidak bisa dihadirkan di rumah makan," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, beredar video dua ibu menyampaikan aspirasinya saat kunjungan Presiden ke Pasar Bululawang, Kabupaten, Senin kemarin. I
bu-ibu tersebut ingin bertemu Presiden dengan membawa foto anak-anak mereka yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




