Salah satu pelajar SMPN 4 Surabaya yang menjadi korban pengeroyokan oleh temannya di Jalan Mawar, Tegalsari, Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Aksi tawuran yang terjadi Kota Surabaya, ternyata masih belum bisa dikendalikan.
Beberapa tempat yang tergolong sepi, dimanfaatkan sebagai ajang tawuran dan perkelahian antara para kelompok gangster. Salah satunya, seperti Jalan Mawar, Tegalsari, Surabaya.
BACA JUGA:
- Ngaku Tak Tahan Nafsu, Pria di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandung yang Berusia 17 Tahun Sejak 2025
- Polrestabes Surabaya Tangkap Pelaku Pembunuhan di Pragoto, Kapolrestabes Sebut Aksi Tunggal
- Polisi Tangkap Pencuri iPhone di Surabaya
- Jatanras Polda Jatim Gulung Spesialis Bobol Rumah Siang Hari Lintas Provinsi
Berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar, Bu Mun, warga Kedondong, Tegalsari, yang merupakan penjual kopi di sebuah warung, menyebut lokasi tersebut kerap kali menjadi tempat tawuran para gangster.
Ia menjelaskan, setiap minggu, di lokasi tersebut digunakan untuk sepak bola, akan tetapi ujung-ujungnya tawuran.
“Makanya saya gak berani tutup hingga dini hari. Dan pada hari Senin (31/7/2023) lalu saat saya buka warung di meja menemukan bercak darah. Setelah adanya bercak darah kemudian sudah tidak ada anak anak sepak bola malam dan tawuran,” ujarnya, Jumat (4/8/2023).
Bercak darah yang berada di meja warung Bu Mun, diduga dari korban pengeroyokan berinisial RAW (15) siswa kelas 8, SMP Negeri 4 Surabaya.
Hal tersebut, juga dibenarkan oleh ibu korban bernama Marya Ulfa (40), warga Kaliasin II, Surabaya






