Suasana malam tirakatan menyambut HUT ke-75 RI. Foto: tambakrejo.magetan.go.id
4. Peresean, Lombok
Tradisi unik perayaan 17 Agustus lainnya juga dilakukan oleh masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat, yaitu Peresean.
Menurut sejarahnya, Peresean adalah permainan tradisional yang berasal dari Lombok dan dilakukan oleh dua peserta laki-laki dari Suku Sasak. Keduanya akan bertarung menggunakan rotan dan perisai.
Yang unik pada tradisi ini yakni selama pertandingan berlangsung, alunan musik tradisional tidak boleh berhenti sama sekali dan pentas ini diawasi langsung oleh banyak wasit.
5. Sepak Bola Durian, Kebumen
Sepak Bola Durian merupakan tradisi unik perayaan 17 Agustus khas dari Kebumen, Jawa Tengah.
Kedua kesebelasan yang akan bertanding pada tradisi ini menggunakan buah durian sebagai pengganti bola.
Hanya saja, peserta yang boleh berpartisipasi pada Sepak Bola Durian ini hanya kalangan tertentu. Khususnya orang yang cukup umur atau dewasa dan anggota kelompok spiritual.
6. Lomba Dayung, Banjarmasin
Banjarmasin, Kalimantan Selatan memiliki tradisi unik dalam menyambut HUT Republik Indonesia yakni lomba dayung. Kegiatan yang sudah digelar sejak 1924 tak lepas dari banyaknya sungai yang mengalir melewati Banjarmasin.
Tradisi yang digelar di Sungai Martapura ini selalu menjadi daya tarik wisatawan yang sedang berkunjung ke Banjarmasin.
7. Telok Abang, Palembang
Perayaan yang disebut telok abang dilakukan setahun sekali setiap 17 Agustus di Palembang, Sumatera Selatan. 'Telok' berarti telur sedangkan 'abang' adalah merah.
Masyarakat Palembang akan merebus telur yang cangkangnya diberi pewarna makanan merah. Telur yang sudah dihias kemudian ditancapkan pada batang runcing atau lidi dan diletakkan di mainan kapal, pesawat, maupun mobil.
Disebutkan, tradisi telok abang ini menjadi simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. (git).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






