Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim menyatakan, badan anggaran (Banggar), dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Gresik sepakat mengurangi pembiayaan program bantuan keuangan (BK) bupati, dan pokok pikiran (Pokir) DPRD untuk menekan defisit (berkurang) belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.
Pengurangannya cukup besar. Mencapai hingga 50 persen.
BACA JUGA:
- TMMD ke-128 Gresik Ditutup, Jalan hingga RTLH di Desa Slempit Rampung Dibangun
- Tersangka Penganiayaan Pegawai DPUTR Gresik Ditahan, Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Kejaksaan
- Kejari Gresik Tahan Pegawai DPUTR Tersangka Penganiayaan
- Sekda Ikuti Launcing KDKMP secara Virtual, 126 Koperasi Merah Putih Gresik Siap Beroperasi
"Kami kurang beban belanja untuk program BK dan Pokir sampai 50 persen," tegas Ahmad Nurhamim kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (14/8/2023).
Menurut Anha, begitu sapaan akrabnya, pada APBD 2023, anggaran untuk pembiayaan BK dan Pokir mencapai Rp400 miliar dari kekuatan fiskal belanja yang diproyeksikan sebesar Rp3,9 triliun.
Pasca APBD Gresik 2023 diproyeksikan mengalami defisit hingga Rp700 miliar lebih, Banggar DPRD dan TAPD Gresik melakukan sejumlah simulasi untuk menekan angka defisit agar tak terlalu gemuk.
Makanya, kata Anha, sejumlah beban pembiayaan untuk menopang sejumlah program dikurangi atau dilakukan efisiensi. Antara lain, pembiayaan untuk belanja program BK dan Pokir.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




