Simak Cara Simpan Asi yang Benar. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Air Susu Ibu atau ASI sangat penting bagi bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan sebagai makanan utamanya. Maka dari itu para ibu dianjurkan uuntuk memberikan ASI kepada bayinya hingga berumur 6 bulan, bahkan dilanjutkan sampai 2 tahun.
Para ibu yang bekerja atau melakukan aktivitas tertentu biasanya menyiapkan stok ASI untuk sang buah hati.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Dilansir dari Cleveland Clinic, air susu ibu bisa disimpan pada suhu ruangan di lemari es atau di dalam freezer. Ketahanan ASI bisa berbeda-beda, tergantung wadah dan lokasi penyimpanan yang digunakan.
Anda dapat menyimpan ASI dalam kantong ASI sekali pakai yang memiliki volume 200-500 ml. Jumlah tersebut telah disesuaikan dengan rata-rata volume susu yang biasanya dikonsumsi bayi dalam sekali menyusu.
Kemudian cara menjaga ketahanan ASI dapat dilakukan dengan menyimpan kantong ASI di dalam freezer. Saat menyimpan susu, Anda sebaiknya memberi label di setiap wadah dengan spidol anti air dan menuliskan tanggal pemerahan pada setiap wadah.
Terdapat batasan dalam menyimpan ASI, namun hal ini tergantung pada metode penyimpanannya. Dilansir dari Mayo Clinic, ASI yang baru diperah dapat disimpan pada suhu ruangan hingga enam jam.
Namun, sebaiknya gunakan ASI dalam waktu empat jam, terutama apabila disimpan di ruangan bersuhu hangat.
Jika ASI disimpan di lemari es, dapat bertahan hingga 4 hari. Namun, sebaiknya gunakan ASI dalam waktu 3 hari. Anda juga dapat menyimpan ASI perah di dalam freezer selama 3-12 bulan.
(ans)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




