Tim dari BPBD Kabupaten Kediri bersama relawan saat melakukan pengisian tandon air di Desa Ponggok. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kemarau panjang yang terjadi tahun ini berdampak dengan kelangkaan air bersih di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri, seperti di Desa Ponggok, Kecamatan Mojo.
Guna membantu masyarakat di sana, BPBD Kabupaten Kediri bersama relawan mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan dasar warga desa yang terletak di lereng Gunung Wilis itu
BACA JUGA:
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
Jumlah pendistribusian air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga Desa Ponggok, sudah lebih dari 15 tangki berkapasitas 4.000 liter per tangki. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kediri, Johan Maras Ponda, mengatakan bahwa air bersih mulai didistribusikan ke Desa Ponggok pada 17 Oktober 2023.
"Distribusi air bersih bantuan Pemerintah Kabupaten Kediri dan relawan tersebut,diperuntukkan bagi 1.158 jiwa yang berdomisili di Dukuh Ngampel, Dusun/Desa Ponggok, Kecamatan Mojo," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/11/2023).
Selain akibat musim kemarau, 2 dari 3 sumber penyuplai air bagi warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, mati. Hal tersebut diduga karena banyaknya penebangan pohon di area sumber air. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




