Ratusan mahasiswa saat audiensi dengan yayasan PPL-PT PGRI Tuban guna pelengseran Hadi Tugur sebagai Rektor UNIROW Tuban. (foto: BANGSAONLINE)
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban mendatangi kantor Yayasan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) PGRI yang beradan di jalan manungal Tuban, Senin (13/7) siang.
Kedatangan mahasiswa tersebut, selain menanyakan status kejelasan UNIROW yang kini sedang dibekukan oleh Menristekdikti, mereka juga mendesak Hadi Tugur agar lengser dari jabatannya sebagai Rektor. (Baca juga: Tuntut Kejelasan UNIROW, Mahasiswa Gruduk Kantor Yayasan)
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Diskusi dengan 16 Pimpinan Perguruan Tinggi, Sinergi Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- ITS Masuk Urutan Pertama Kampus Terbaik Logistik dan Manajemen Rantai Pasok di Indonesia
- Guru Besar ITS Raih Penghargaan di Ajang BI Awards 2024
- Gaji Kecil, Viral #JanganJadiDosen, Kenapa Gaji ASN Depkeu, Depdagri, Pajak, BUMN Besar?
“Kami minta Hadi Tugur mundur dari jabatannya sebagai rektor,” ungkap koordinator aksi, Nibrosu Rohid, mahasiswa semester 8 jurusan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Politik UNIROW Tuban pada BANGSAONLINE.com.
Nibrosu menjelaskan jika mahasiswa menuntut Hadi Tugur mundur lantaran tidak bisa membawa kampus menjadi lebih baik. Bahkan, ia menganggap, UNIROW menjadi nonaktif sebanyak 3 kali akibat kinerjanya yang buruk.
“Atas pembekuan ini mahasiswa sangat was-was, khawatir ijazah yang dikeluarkan nanti tidak legal, sebab kampusnya sedang dibekukan,” bebernya.
Nibrosu juga mengatakan bahwa dirinya dan para mahasiswa meminta kepada yayasan agar melarang UNIROW untuk menggelar wisuda sebelum kampus kembali aktif.
“Yayasan diharapkan melarang UNIROW agar tidak memaksakan menggelar wisuda sebelum status kampus kembali aktif. Sebab jika dipaksakan (menggelar wisuda,red), ijazah yang dikeluarkan akan dipertanyakan keabsahannya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua yayasan PPLP –PT PGRI Tuban, Totok Supijono ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, mengatakan bahwa melengserkan Hadi Tugur dari jabatannya adalah hal yang tidak mungkin dilakukan. Sebab, yayasan menginginkan Rektor saat ini bisa menyelesaikannya masalah sampai tuntas.
“Soal lengser Rektor tidak mungkin, karena kami minta beliau (Hadi Tugur) untuk menyelesaikan persoalan ini, tidak usah dilengserkan, kurang dua bulan lagi beliau sudah lepas jabatannya kok,” kata Totok. (wan/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




