Ilustrasi
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sial menimpa MB Sholeh (39) warga Jalan Tropodo I RT 09 RW 01 Kecamatan Waru yang babak belur setelah dihajar preman kampung, Abdul Haris alias Bondan (22) yang marah karena tidak mau meminjamkan mobil untuk takbir keliling. Padahal, alasan Sholeh selain tidak ingin ditilang polisi, pemerintah dan Polda Jatim juga sudah memperingatkan agar tidak takbir keliling.
"Apalagi, pinjamnya pukul 24.00 WIB. Saya baru pulang keliling ke rumah saudara di Lamongan. Daripada kena tilang dan tidak bisa mudik, saya bilang baik-baik kalau tidak bisa," kata Sholeh kepada wartawan usai visum dan diperiksa di Polsek Waru, Rabu (22/07).
BACA JUGA:
- Kesal Tak Dibelikan Motor, Pemuda di Tuban Hajar Ayah dan Adik Kandung hingga Luka
- Sekelompok Pemuda Serang Pemotor di Bangkalan hingga Luka Jelang Sahur
- Oknum ASN di Tuban Diamankan Polisi Usai Diduga Aniaya Empat Karyawan SPBU Parengan
- Pria ini Dibogem Pemotor yang Bawa Istri dan Anak di SPBU, Polres Gresik Lakukan Penyelidikan
Merasa tersinggung tidak boleh meminjam mobil, pelaku langsung melayangkan bogem ke mata dan wajah serta menendang korban. Kendati sudah berusaha menangkis tetapi usahanya sia-sia karena tangannya dipegang oleh teman-temannya preman kampung sehingga menjadi bulan-bulanan sampai warga berusaha menolong dengan memanggil petugas dan kades setempat.
Sebaliknya, preman kampung setelah melihat korban babak belur, langsung kabur. Sedangkan Sholeh langsung dirawat di rumah sakit dan melaporkan peristiwa penganiayaan itu ke Polsek Waru serta melakukan visum.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Waru AKP Valentino Hutapea berencana memanggil 2 saksi yang ikut melerai peristiwa tersebut. "Kami berencana memanggil dua saksi yang ikut melerai. Beberapa personel juga sedang memburu keberadaan diduga pelaku," jelasnya. (nni/sho)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




