KH Junaidi Sholeh bersama pengurus MWC NU Gempol dalam suatu acara.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pilkada Kabupaten Pasuruan memang masih 5 bulan lagi, tepatnya November 2024. Namun, sejumlah tokoh NU sudah memberikan rambu-rambu kepada masyarakat agar memilih figur yang mampu memberikan perubahan bagi Kabupaten Pasuruan di kontestasi 5 tahunan.
Lantas siapa figur yang diharapkan warga NU?
BACA JUGA:
- Usung Tema NU untuk Bangsa, Pengurus PCNU Bangil Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
- Rayakan 1 Abad NU, PCNU Bangil Gelar Istighosah Kubro dan Kenduri 100 Tumpeng
- KH Junaedi Sholeh dan Eddy Supriyanto Pimpin PCNU Bangil
- Pimpinan LSM Pasdewa Turut Pertanyakan Sisa Anggaran Pilbup Pasuruan 2024: Rp1,5 M Lari ke Mana?
Ketua Tanfidziyah MWC NU Gempol KH Junaidi Sholeh, menyarankan agar masyarakat melihat sosok calon pemimpin Kabupaten Pasuruan yang minimal memiliki bibit, bebet, dan bobot.
"Artinya pengalaman di organisasi, pengalaman di pemerintahan, juga mendapat dukungan semua masyayikh dan bisa memberikan maslahat bagi masyarakat," jelasnya.
Soal adanya perbedaan figur yang didukung di kalangan masyarakat, menurutnya merupakan dinamika yang lazim terjadi di momentum pilkada.
"Perlu dicatat juga bahwa Kabupaten Pasuruan identik dengan kota santri. Maka hendaknya calonnya minimal harus mengetahui kultur wilayah," kata Kiai Junaidi.
"Kalau misalkan yang memimpin Pasuruan nanti ternyata figurnya bukan yang mengetahui soal santri, kan bisa dibayangkan seperti apa Kabupaten Pasuruan nanti," bebernya.
Terkait sikap MWC NU Gempol dalam pilkada masih, Kiai Junaidi menegaskan masih wait and see. Pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari PCNU Bangil dan masyayikh.
"Saya yakin PCNU Bangil tidak akan grusa-grusu dalam mengambil sikap dan keputusan," pungkas Kiai Junaidi. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




