Khofifah Indar Parawansa bersama para buruh dalam suatu acara. Foto: Humas Pemprov Jatim
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Peringatan Hari Buruh Internasional (dunia) atau May Day yang jatuh hari ini, Rabu 1 Mei 2024, mendapat perhatian Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
Arek Wonocolo Suroboyo itu optimistis pekerja Jatim bisa meningkatkan kapasitas sebagai pekerja terampil dan berdaya saing. Menurut Khofifah, hal itu sangat penting agar selaras dengan perkembangan industri manufaktur di Jatim yang kian pesat. Kini bahkan menyentuh 35 persen di pertengahan tahun 2024.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
“Pekerja yang terampil menjadi satu kebutuhan yang mau tidak mau harus kita penuhi. Karena perkembangan industri manufaktur di Jatim begitu pesat bahkan mencapai 35 persen di tahun 2024,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE, Rabu (1/5/2024).
“Kita tentu ingin perkembangan industri manufaktur ini diisi oleh mayoritas pekerja dari Jatim . Sehingga skill atau keterampilan, penguasaan teknologi terkini, dan juga managerial menjadi kata kuncinya,” tambah calon gubernur Jatim untuk periode kedua itu.
Dalam pandangan Khofifah, pekerja Jatim bukan hanya bersaing dengan pekerja dari luar daerahnya saja, tapi juga tenaga kerja dari luar negeri. Maka daya saing dan kualitas diri seorang pekerja akan menjadi pengukur agar sektor industri tetap memilih mempekerjakan tenaga kerja di Jatim.
“Maka semangat May Day 2024 yang mengusung tema Kerja Bersama Wujudkan Pekerja yang Kompeten, 2024 Mayday is Terampil Day sangat relevan dengan kondisi ketenagakerjaan khususnya di Jatim sendiri,” ujar mantan Menteri Sosial RI itu.
Berdasarkan data BPS per Agustus, jumlah angkatan kerja di Jatim total adalah 23,87 juta. Dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 72,56 persen.
Selama lima tahun memimpin Jatim, Khofifah aktif melakukan program Jatim Kerja guna meningkatkan kualitas dan keterampilan pekerja di Jatim. Seperti penyelenggaraan Millenial Job Center yang menjadi basis penguatan pekerja dan calon pekerja Jatim dalam penguasaan digital IT. Program ini bahkan sudah menyasar lebih dari 8.000 generasi muda di seluruh Jatim untuk mendapatkan bekal pelatihan di MJC.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




