Pemkab Jember Perkuat Program MBG untuk Generasi Emas 2045

Pemkab Jember Perkuat Program MBG untuk Generasi Emas 2045 Rapat koordinasi terkait pelaksanaan program MBG atau Makan Bergizi Gratis di Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember terus melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan program MBG atau Makan Bergizi Gratis agar tidak lagi muncul kendala di lapangan. Evaluasi dan penguatan koordinasi dilakukan supaya program strategis tersebut berjalan tertib, terukur, dan tepat sasaran.

Upaya penyempurnaan dilakukan melalui rapat koordinasi virtual yang dipimpin Bupati Jember, Gus Fawait, Senin (2/3/2026) malam. Pertemuan daring itu mempertemukan Satuan Tugas MBG dengan jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membahas progres sekaligus perbaikan teknis pelaksanaan.

Dalam arahannya, kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu menekankan bahwa MBG bukan sekadar pembagian makanan kepada anak-anak, melainkan strategi jangka panjang menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi menjadi pondasi dalam membangun generasi emas tahun 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan sebuah negara bukan hanya dari infrastrukturnya saja, tetapi juga diukur dari tingkat kesejahteraan dan kecerdasan atau SDM-nya,” katanya.

Menurut dia, pembentukan SDM unggul adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa dicapai secara singkat.

“Ini menjadi investasi jangka panjang, karena pembentukan SDM tidak bisa dilakukan secara singkat,” ucapnya.

Selain meningkatkan kualitas generasi muda, program MBG diyakini memberi efek berganda terhadap perekonomian daerah. Gus Fawait memaparkan proyeksi kebutuhan 270 dapur SPPG yang mampu menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja.

“Jika diproyeksikan ada 270 dapur SPPG maka, akan ada serapan tenaga kerja sebesar 15 ribu orang,” tuturnya.

Ia juga memperkirakan perputaran uang dari operasional dapur MBG dapat mencapai Rp4 triliun, hampir setara dengan APBD Jember.

“Perputaran ekonominya bisa mencapai Rp4 triliun,” katanya.

“Angka tersebut hampir menyamai APBD kita. Makanya ini adalah penggerak dari sektor riil, sehingga bahan pokok dari petani, UMKM dan produsen Jember bisa berputar serta menumbuhkan daya beli masyarakat,” sambungnya.

Meski optimistis, Gus Fawait mengingatkan pengelola SPPG untuk menjaga mutu makanan sesuai standar. Ia menekankan pentingnya kebersihan, kelengkapan perizinan, dan standar gizi.

“Sebab, dapur ini menjadi hal yang sangat prioritas, makanya kebersihan dan menu standar gizi tidak boleh ditawar lagi,” katanya.

Bupati juga memberi peringatan keras agar tidak terjadi pengurangan anggaran pada setiap porsi makanan.

“Kalau anggarannya Rp10 ribu atau Rp8 ribu maka jangan sampai dikurangi, jika nanti masih ditemukan kami akan merekomendasikan untuk disanksi tegas dapurnya,” pungkasnya.

Sebagai motivasi tambahan, Pemkab Jember merancang penghargaan khusus bagi SPPG dengan kinerja terbaik pada akhir tahun. Penghargaan itu diharapkan mendorong semangat kompetisi positif antar pengelola dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak di Jember. (ngga/yud/mar)