Rapat koordinasi terkait pelaksanaan program MBG atau Makan Bergizi Gratis di Jember.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember terus melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan program MBG atau Makan Bergizi Gratis agar tidak lagi muncul kendala di lapangan. Evaluasi dan penguatan koordinasi dilakukan supaya program strategis tersebut berjalan tertib, terukur, dan tepat sasaran.
Upaya penyempurnaan dilakukan melalui rapat koordinasi virtual yang dipimpin Bupati Jember, Gus Fawait, Senin (2/3/2026) malam. Pertemuan daring itu mempertemukan Satuan Tugas MBG dengan jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membahas progres sekaligus perbaikan teknis pelaksanaan.
BACA JUGA:
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
Dalam arahannya, kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu menekankan bahwa MBG bukan sekadar pembagian makanan kepada anak-anak, melainkan strategi jangka panjang menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi menjadi pondasi dalam membangun generasi emas tahun 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia.
“Pembangunan sebuah negara bukan hanya dari infrastrukturnya saja, tetapi juga diukur dari tingkat kesejahteraan dan kecerdasan atau SDM-nya,” katanya.
Menurut dia, pembentukan SDM unggul adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa dicapai secara singkat.
“Ini menjadi investasi jangka panjang, karena pembentukan SDM tidak bisa dilakukan secara singkat,” ucapnya.
Selain meningkatkan kualitas generasi muda, program MBG diyakini memberi efek berganda terhadap perekonomian daerah. Gus Fawait memaparkan proyeksi kebutuhan 270 dapur SPPG yang mampu menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




