Digna Jatiningsih (dua dari kiri) saat panen raya padi di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Digitalisasi pertanian Petrokimia Gresik yang dilakukan di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, berhasil meningkatkan hasil panen hingga 41,54 persen dari sebelumnya 6,5 ton per hektare menjadi 9,12 ton per hektare.
Peningkatan produktivitas ini terlihat dari pelaksanaan panen bersama demonstration farming (demfarm) yang diikuti Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih.
BACA JUGA:
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
- Gelar Safari Ramadhan, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk Masjid dan Ponpes
Digna menyampaikan, Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung padi nasional. Sepanjang tahun 2023, produktivitas gabah kering giling (GKG) di provinsi ini mencapai 9,08 juta ton atau tertinggi nomor tiga nasional, dan Sukoharjo menjadi salah satu penyumbang terbesar.
"Produktivitas demfarm juga lebih tinggi dari produktivitas rata-rata sawah di Sukoharjo," ucap Digna di Gresik, Kamis (30/5/2024).
Disampaikannya, data BPS menyebut produktivitas padi tahun 2023 di Sukoharjo di angka 7,27 ton per hektare.
"Apabila demfarm ini diduplikasi seluruh petani di Sukoharjo maupun Jawa Tengah, pertanian di daerah ini semakin modern, produktivitas semakin optimal, dan kesejahteraan petani juga semakin baik. Program pertanian digital ini juga merupakan salah satu solusi dari Petrokimia Gresik untuk ketahanan pangan nasional," terang Digna.
Demfarm merupakan model percontohan dalam implementasi smart precision farming. Terobosan ini menjadi strategi perusahaan memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi modern pada sektor pertanian.






