Kemarau Panjang, Kekeringan di Lumajang Meluas, Bantuan Air pun Kuwalahan

Kemarau Panjang, Kekeringan di Lumajang Meluas, Bantuan Air pun Kuwalahan ilustrasi. (foto: tempo)

Selain itu, warga juga memanfaatkan sumber mata air yang jaraknya bisa mencapai 3 kilometer dari pemukiman warga. Sayangnya, air tersebut tidak higienis dan hanya digunakan untuk mandi, mencuci pakaian dan air minum ternak saja.

Panjangnya kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia adanya badai El Nino. Bambang Setiajid, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda mengatakan, hal tersebut karena hujan yang diprakirakan akan turun pada awal bulan November mundur 10 hingga 20 hari.

"Wilayah yang akan lebih dulu mendapat hujan adalah daerah pegunungan, seperti Ngawi dan Pacitan. Kalau dataran rendah, hujan baru akan turun pada akhir November," kata dia, Sabtu (22/8).

Sementara itu, suhu udara tertinggi pada puncak musim kemarau tahun ini diprakirakan mencapai 36 derajat celcius. Wilayah yang akan mendapat suhu tertinggi adalah Surabaya, Probolinggo dan Tuban.

"Akhir Oktober, matahari berada di bumi bagian selatan sehingga suhunya semakin naik. Jika sekarang pagi hari suhu berkisar 21-22 derajat Celcius, menjadi 25-26 derajat Celcius," katanya. (ssn/ns) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Duel Maut Dengan Kades Sukosari, Perangkat Desa Jatiroto tersabet Celurit Hingga Usus Keluar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO