Rektor Unirow, Hadi Tugur saat menolak surat pemberhentian dirinya karena alasan redaksional. (foto: BANGSAONLINE)
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ada fakta menarik saat detik-detik pemberhentian Rektor Unirow, Hadi Tugur oleh mahasiswa siang tadi (24/8). Yakni di saat mahasiswa menyodorkan surat pemberhentian, Hadi Tugur sempat menolak. Hadi Tugur menganggap redaksional yang ada di dalam surat tersebut tidak sesuai dengan keinginannya. (Baca juga: Rektor Unirow Tuban Akhirnya Diberhentikan, Mahasiswa Kuasai Kantor Yayasan)
“Karena redaksionalnya tidak sesuai dengan keinginannya. Yang diinginkannya (Hadi Tugur,red) itu diberhentikan dengan hormat, tetapi yang dibuat oleh teman-teman itu Pak Tugur mengundurkan diri,” beber Ketua BEM Unirow, Ahmad Juremi saat ditemui BANGSAONLINE.com.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Diskusi dengan 16 Pimpinan Perguruan Tinggi, Sinergi Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- ITS Masuk Urutan Pertama Kampus Terbaik Logistik dan Manajemen Rantai Pasok di Indonesia
- Guru Besar ITS Raih Penghargaan di Ajang BI Awards 2024
- Gaji Kecil, Viral #JanganJadiDosen, Kenapa Gaji ASN Depkeu, Depdagri, Pajak, BUMN Besar?
Dikonfirmasi terpisah, Hadi Tugur secara gamblang telah meminta maaf kepada seluruh mahasiswa. Terkait penolakan penandatanganan surat pemberhentian, ia berdalih jika redaksional yang dibuat para mahasiswa tersebut akan mempengaruhi citranya.
“Satu alasan saya tidak mau menandatangani surat dengan redaksional seperti ini, alasannya karena “Citra”. Kalau diganti kalimat diberhentikan dengan hormat dan seterusnya saya baru mau tanda tangan,” ujar Tugur.
Sementara itu, setelah aksi ini, rencananya pada Rabu (26/8) besok akan diadakan audiensi antara kopertis dengan mengundang mahaiswa, alumni, wali mahasiswa, dosen serta yayasan PPL-PT PGRI Tuban. (wan/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




