Khofifah saat bersilaturahmi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berterima kasih dan mengapresiasi peran serta kontribusi Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai lembaga pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi.
Menurut dia, peningkatan kualitas SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi merupakan fokus yang harus dikedepankan dalam menghadapi kompetisi global yang meningkat.
BACA JUGA:
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
"Di Jawa Timur, Muhammadiyah berkontribusi besar dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur baik melalui pendidikan, kesehatan maupun ekonomi. Berbagai kegiatan Muhammadiyah telah memberikan arti dan sangat membantu program pemerintah," kata Khofifah saat bersilaturahmi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Rabu (2/10/2024).
Ia yang datang ditemani Calon Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan bahwa Muhammadiyah sudah teruji dalam mengelola SDM sehingga bisa bertahan hingga kini dengan memiliki banyak amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Oleh karena itu, Khofifah berharap sinergi yang telah dilakukan selama ini dapat terus berjalan sehingga Provinsi Jawa Timur dapat semakin maju dan berprestasi.
"Pertemuan sore hari ini sangat konstruktif. Semoga sinergi ini terus terjaga, bahwa Muhammadiyah adalah bagian penting dalam pembangunan Jawa Timur,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Sukadiono, menegaskan bahwa komunikasi dengan Khofifah-Emil bukan hanya dilakukan saat momen politik seperti saat ini. Melainkan sudah lama terjalin baik saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur maupun ketika sudah tidak menjabat.






