Sugeng (tengah) saat ditemui di rumahnya. (foto: gogon/BANGSAONLINE)
"Dia jawab kalau karyawati Global. Tapi, pesan itu kemudian saya hapus. Saya tidak ingin SMS itu dibaca istri saya. Cuma nomor handponenya saya simpan," ujarnya.
Sementara itu, polisi juga berusaha menguak tabir hubungan antara korban dan tersangka. Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Ayub Diiponegoro Azhar mengaku pihaknya belum bisa menyimpulkan hubungan spesial kedua orang itu. Diakui, awalnya penyidik juga sempat dibuat heran. Sebab, tidak memiliki hubungan saudara, hanya sebatas teman bisa sampai mensuplai rokok, makan, atau terkadang uang.
"Awalnya kami juga sempat bertanya-tanya, kok bisa sampai memberi seperti itu tanpa ada hubungan khusus. Tapi mau bagaimana lagi, orang tersangkanya ngaku hanya teman saja," jelasnya.
Ditambahkan, pihaknya juga minim saksi yang bisa membuktikkan kedua orang itu memiliki hubungan spesial. "Tidak ada saksi yang menunjukkan keduanya menjalin hubungan spesial, karena suami korban juga tidak mengetahuinya. Kami hanya dapat keterangan dari tersangka saja kalau memang tidak ada hubungan spesial. Toh, korbannya juga sudah meninggal tidak bisa dibuat kesaksian," tandasnya.
Terkait SMS pada tanggal 3 Agustus yang diterima suami korban, mantan Kasatreskrim Polres Gresik itu enggan berkomentar. "Nah, itu masih dalam penyelidikan. Apakah nanti sms itu ada kaitannya dengan tersangka masih kami dalami lebih lanjut. Yang jelas, sekarang penyidik masih memeriksa intensif tersangka," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Maimunah ditemukan tewas bersimbah darah di tanah lapang belakang gedung Rahmatul Ummah Desa Bluru Kidul. Kepala Maimunah hancur setelah dipukul tersangka Yuda menggunakan batu besar. (cat/sho)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




