Napak Tilas Pendirian NU di Bangkalan, Kiai As’ad Larang Kiai Azaim Jadi Pengurus NU

Napak Tilas Pendirian NU di Bangkalan, Kiai As’ad Larang Kiai Azaim Jadi Pengurus NU KHR Ahmad Azaim Ibrahimy

Langkah pertama untuk mewujudkan gagasannya itu ia sowan kepada KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), Kiai Facrillah Abdullah Schal dan Kiai Nasikh Abdullah Schal untuk minta pendapat tentang rencananya itu. ”Gus Solah setuju dan Kakanda Fahri juga setuju,” katanya.

Menurut Kiai Azaim, napak tilas ini memang tidak persis betul dengan proses pendirian NU. ”Tapi semangatnya sama, untuk menjawab kegelisahan para kiai yang kini prihatin dengan kondisi NU. Dulu para muassis itu mendirikan NU kan untuk menjawab kegelisahan para kiai yang prihatin terhadap paham Islam saat itu. Sekarang juga begitu. Insyaallah pertemuan ini biidznillah (atas ijin Allah-red) ,” katanya.

Kiai Nasikh Abdullah Schal yang memberi sambutan atas nama tuan rumah menyampaikan terimakasih atas kehadiran para kiai dalam momen yang dianggap sangat penting itu.

"Pertemuan ini menjadi napak tilas perjalanan kehidupan para romo kiai dan pemikiran guru kita. Di musala ini dulu sering dijadikan tempat berkumpul sesepuh guru kita dan forum para kiai," ujar Kiai Nasikh Aschal.

Yang dimaksud musalla itu adalah tempat pertemuan yang dipakai dalam acara napak tilas pendirian NU itu. Musalla itu adalah peninggalan Syaikhona Kholil Bangkalan.

Rencananya napak tilas pendirian NU ini akan dilanjutkan di Pesantren Tebuireng tanggal 12 September 2015. Lalu akan dilanjutkan lagi di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Asembagus Sukorejo Situbondo Jawa Timur dan pesantren-pesantren lainnya dengan tema: Napak Tilas, Tawassul dan Tabarruk Muassis untuk NU ke Depan.

(bersambung) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO