GRESIK,BANGSAONLINE.com - Jajaran Keimigrasian Kemenkumham Jawa Timur kembali menghadirkan inovasi layanan publik dengan meresmikan Immigration Lounge keempat di Indonesia, tepatnya di lantai 2 Icon Mall Gresik, Jumat (18/10/2024).
Immigration Lounge pertama di Jawa Timur ini merupakan unit kerja di bawah Kantor Imigrasi Tanjung Perak, berkolaborasi dengan manajemen Icon Mall Gresik.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
“Kemudahan dan akses pengurusan layanan keimigrasian di Mall dan pusat perbelanjaan bukan cuma diminati warga Jakarta dan sekitarnya saja, tapi juga di kota-kota besar lain. Gresik sudah jadi Kawasan Ekonomi Khusus dan juga memiliki kawasan industri sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan keimigrasian cukup tinggi,” ujar Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim yang meresmikan Immigration Lounge Icon Mall, Gresik.
Sementara itu, jumlah permohonan paspor perhari di Kantor Imigrasi Tanjung Perak yang wilayah kerjanya meliputi Gresik mencapai 600 orang per hari.
Oleh karena itu, dibukanya Immigration Lounge Gresik menjadi alternatif layanan keimigrasian di wilayah Gresik dan sekitarnya.
Posisi Immigration Lounge yang dekat dengan KEK juga memudahkan warga negara asing (WNA) yang berada di sana untuk mengurus perpanjangan izin tinggal mereka.
“Jumlah WNA di wilayah kerja Kantor Imigrasi Tanjung Perak ada sekitar 3.000 orang dan sebagian besar berdomisili di Gresik, sehingga layanan perpanjangan izin tinggal sangat bermanfaat,” lanjut Silmy Karim.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik resmi beroperasi melalui Keputusan Ketua Dewan Nasional KEK Nomor 1 Tahun 2022 pada 8 November 2022 dan diproyeksikan mampu menjadi pusat perekonomian baru bagi Provinsi Jawa Timur.
KEK merupakan kebijakan strategis Pemerintah sebagai pengembangan pusat pertumbuhan serta pemerataan ekonomi nasional, serta kawasan industri yang memperbesar penyerapan tenaga kerja di Indonesia.






