Cuti perang lawan monster, Ultraman pilih salurkan bantuan air bersih di Kecamatan Kembangbahu, Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kekeringan yang melanda sejumlah desa di Lamongan menjadi perhatian berbagai pihak. Bahkan, sosok superhero Ultraman ikut turun tangan mengatasi kekeringan tersebut.
Tentu tokoh fiksi asal Jepang tersebut hanyalah manusia yang berkostum Ultraman. Dia sengaja dihadirkan oleh Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Lamongan untuk menghibur warga yang sedang kesulitan air bersih di saat musim kemarau.
BACA JUGA:
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Video Viral Diduga Pocong di Gang Kampung Gegerkan Warga Lamongan
- Truk Muat Combine Terbakar di Raya Lamongan-Babat, Kerugian Ditaksir Rp 40 Juta
- Jelang Iduladha, Pasar Hewan Ternak Tikung Lamongan Ramai Meski Harga Sapi Naik hingga 3 Juta
Dalam aksinya, Ultraman turut membantu warga saat penyaluran air bersih di Kecamatan Kembangbahu. Kedatangan Ultraman sukses menghadirkan suasana ceria.
Warga pun sempat terkejut, karena yang datang bukan petugas biasa. Suasana distribusi air pun menjadi cair saat Ultraman ikut membawakan jeriken dan ember warga yang sedang antre menimba ilmu.
Sugeng Dwi Hartantyo, Ketua Repnas Lamongan, mengatakan sengaja menghadirkan Ultraman untuk menghibur warga di tengah kesulitan air bersih.
"Kalau sekadar distribusi air bersih kan sudah biasa. Tapi kalau karakter hero ikut berbagi air bersih, itu belum ada. Kami menangkap ide ini agar warga bisa merasakan suasana gembira di tengah kesulitan," ucap Sugeng, Jumat (18/10/2024).
Selain menyalurkan air bersih, para relawan juga bagi-bagi kerudung serta kaos kepada warga agar terlindungi dari terik matahari.
Sugeng menyebut Ultraman juga akan datang dalam setiap kegiatan distribusi air bersih di 20 titik yang masih membutuhkan bantuan.
"Kami akan membagi bantuan secara merata di wilayah-wilayah terdampak kekeringan. Jika dirasa kurang, kami akan menambah pasokan air. Rencananya, Ultraman akan hadir di empat kecamatan. Selain Kembangbahu, juga di Tikung, Mantup, dan Sarirejo," kata Sugeng.
Sementara itu, Sugik, warga Dusun Sukorejo, Desa Kembangbahu, mengungkapkan bahwa krisis air bersih telah dirasakan selama hampir dua bulan. Bantuan air bersih ini sangat membantu meringankan beban mereka.
"Alhamdulillah, setidaknya kami tidak perlu membeli air untuk kebutuhan rumah tangga. Biasanya, untuk mandi dan mencuci, kami harus membeli air seharga Rp50 ribu untuk 500 liter," kata Sugik. (bet/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




