Dua Pekan Berlalu, Kasus Pengancaman Mantan Kades di Sampang Dipertanyakan Korban

Dua Pekan Berlalu, Kasus Pengancaman Mantan Kades di Sampang Dipertanyakan Korban Korban bersama kuasa hukum saat mendatangi ruang penyidik Polres Sampang. Foto: MUTAMMIM/BO

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan pengancaman dan penganiyaan yang dilakukan mantan Kepala Desa (Kades) Kramat, Kecamatan Kedungdung, sudah memasuki waktu dua pekan. Kinerja penyidik dipertanyakan oleh korban bernama Moh. Hariri (43).

Hariri didampingi kuasa hukumnya mendatangi markas polisi untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkan pada Jumat, (11/10/2024), lalu.

Baca Juga: Viral Rumah Eks Sekdes Asemraja Sampang Disegel, Diduga karena Kalah Taruhan Pilkada

“Kami datang untuk berkordinasi dengan penyidik sekaligus menanyakan perkembangan kasus ini,” kata Luqman Hakim, Sabtu (26/10/2024).

Luqman menyampaikan, penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku, korban, dan para saki-saksi yang mengetahui peristiwa penganiyaan dan dugaan pengancaman.

Cerita korban yang diketahui pengacara muda itu, Kepada polisi, Hariri mengalami dugaan tindak pidana pengancaman dari mantan Kepala Desa Kramat, Ach Baidowi. Terlapor sempat mengatakan ‘mau dibunuh kamu’.

Baca Juga: Selamat! Ini Cara Dapat BLT BBM Rp300 Ribu dan Cek Nama Anda Sebagai Penerima, Kapan Jadwal Cairnya?

“Polisi sudah melakukan pemeriksaan, tetapi sampai saat ini perkembangan kasus ini belum kelihatan kejelasannya. Bahkan belum ada penetapan tersangka,” ungkap dia kepada BANGSAONLINE.com.

Menurutnya, penyidik harus bekerja profesional dalam menangani perkara ini, sehingga tidak berlarut-larut.

“Kami berharap polisi segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penganiyaan dan pengancaman ini,” harapnya.

Baca Juga: Polda Jatim Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Lapen Sampang, Aktivis Berencana Kembali Gelar Aksi

Kasi Humas Ipda Dedy Dely Rasidie mengatakan penanganan kasus tersebut dijalankan sesuai dengan prosedur yang ada. Sampai saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, semua pemeriksaan sudah dilakukan sesuai dengan prosedural,” terang Dedy Dely.

Tim penyidik sendiri, kata Dedy, masih terus menggali informasi terkait alat bukti di luar proses penyelidikan, sebab penyidik berkeyakinan masih ada beberapa bukti yang perlu dikuatkan.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pembunuh Pria di Banyuates Sampang, Pelaku Selingkuhan Korban

“Penyelidikan bisa masuk ke Sidik apabila sudah ada dua alat bukti yang cukup,” pungkasnya. (mim/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO