Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah (kanan) saat menerima penghargaan. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, dinobatkan sebagai 'Tokoh Penggerak Regenerasi Petani dan Solusi Pertanian Inovatif'.
Penghargaan diberikan kepada orang nomor satu di Petrokimia Gresik ini atas kontribusinya dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui Program Makmur.
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
Penghargaan secara simbolis diserahkan oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah kepada Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direktur Utama di Surabaya.
Dwi Satriyo menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa, Program Makmur yang dijalankan Petrokimia Gresik sejak tahun 2021 merupakan solusi pertanian yang ada di Indonesia.
Program ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani.
"Salah satu problem pertanian di Indonesia adalah produktivitas yang belum optimal, sehingga mengakibatkan pendapatan pelaku usaha tani masih rendah dibandingkan sektor lain. Melalui program Makmur, petani semakin mandiri, dan penghasilannya dapat ditingkatkan. Tentu hal ini akan menjadi daya pikat bagi generasi milenial untuk turut aktif dalam mengembangkan pertanian," ucap Dwi Satriyo, Selasa (12/11/2024).
Dalam program Makmur, kata Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan banyak stakeholder, mulai dari pemerintah, perbankan, lembaga penjamin atau asuransi, hingga offtaker.
"Sejak diluncurkan pada Agustus 2021, Petrokimia Gresik telah berhasil meningkatkan pendapatan dari 172.206 petani yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam komoditas pertanian. Ratusan ribu petani ini menggarap 404.847 hektare," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




