BLITAR,BANGSAONLINE.com - Cabup Rini Syarifah mendapat dukungan dari Front Masyarakat Petani dan Nelayan (FMPN) Kabupaten Blitar.
Selain memberi dukungan, mereka juga memberikan apresiasi kepada Rini Syarifah selama mempimpin Kabupaten Blitar. Mereka mengatasnamakan perwakilan dari ribuan petani dan nelayan di Kabupaten Blitar.
BACA JUGA:
- Kantah Kota Pasuruan Awali Koordinasi PTSL 2026 di 12 Kelurahan
- Kantah Kabupaten Probolinggo Lantik Panitia PTSL 2026, Target 7.000 Bidang Tanah
- Khofifah Bersama Menteri ATRBPN Serahkan 2.532 Sertifikat Tanah Wakaf dan Tempat Ibadah Jatim
- Kantah Kota Pasuruan Serahkan 31 Sertifikat Elektronik PTSL ke Warga Pohjentrek
Aksi dukungan terhadap Bupati Rini Syarifah tersebut, dilakukan dengan mendatangi kantor DPRD dan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dan Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kanigoro, Selasa (19/11/2024).
Koordinator Lapangan (Korlap) Mohamad Trijanto dalam orasinya menyampaikan, bahwa FMPN memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Bupati Blitar nonaktif, Rini Syarifah.
Karena dalam kepemimpinannya yang progresif dan berpihak pada rakyat, masyarakat merasakan kehadiran sosok pemimpin yang tidak hanya berkomitmen pada reforma agraria, tetapi juga pada kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Blitar.
"Kami dari Front Masyarakat Petani dan Nelayan (FMPN) Kabupaten Blitar memberukan apresiasi dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Blitar, Rini Syarifah. Karena dalam kepemimpinan beliau yang progresif dan berpihak pada rakyat," kata Trijanto dalam orasinya di depan Kantor Pemkab Blitar.
Banyak prestasi kinerja Rini Syarifah yang sudah ditorehkan selama kepemimpinannya.
Diantaranya program PTSL, Redistribusi tanah, pemanfaatan kawasan KHDPK, Reforma Agraria melalui TORA untuk 38 deda, mewujudkan kedamaian sosial dalam menyelesaikan konflik pertanahan, dan mewujudkan pola kemitraan antara masyarakat dan pihak perkebunan.
"Kita butuh pemimpin yang jelas prestasinya dan berpihak kepada rakyat. Bukan pemimpin yang hanya omon-omon dan suka mengkriminalisasi rakyatnya sendiri," tandas Trijanto.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




