Dr. Ir. Amien Widodo, MSi, (frame kanan atas) dalam acara webinar bertajuk Antisipasi Angin Puting Beliung
Amien mengungkap, ITS telah mengambil langkah proaktif untuk membantu memerangi dampak dari angin puting beliung. Salah satunya melalui webinar bertajuk Antisipasi Angin Puting Beliung, yang dilaksanakan pada Minggu (1/12) lalu.
Lebih lanjut, Ilmuwan Geologi ini menjelaskan, pendekatan triple helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat turut mendukung keberhasilan memantau kondisi lingkungan.
“Masyarakat dapat segera melaporkan jika melihat adanya kondisi pohon yang tidak sehat dan kurang layak di sekitarnya. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), berperan penting untuk mengeksekusi penggantian pohon yang sudah tidak sehat. Peran akademisi sendiri berfokus pada pemetaan risk tree assessment di beberapa lokasi,” papar Amien.
Dalam mendukung inovasi teknologi dan kesadaran tanggap bencana, ITS juga sedang mengembangkan alat untuk memindai kesehatan pohon. “Kedepannya, alat untuk mendeteksi kekosongan kambium yang berpotensi membuat pohon rentan roboh tersebut akan digunakan,” terang dosen Departemen Teknik Geofisika ITS tersebut.
Amien berpesan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan lebih baik berlindung di rumah ketika hujan lebat disertai petir kilat yang menyambar. “Sinergi kerja sama dan kesadaran kolektif seluruh pihak dapat meminimalkan dampak dari angin puting beliung dan tentunya keselamatan masyarakat bisa lebih terjamin,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




