Alasan PDIP Pecat Jokowi dan Kelucuan Pidato Gibran Para-Para Kiai

Alasan PDIP Pecat Jokowi dan Kelucuan Pidato Gibran Para-Para Kiai Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka. Foto: Antara

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya secara resmi memecat Joko Widodo (), Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution dari keanggotaan PDIP. Alasannya cukup banyak. Diantaranya karena dianggap merusak demokrasi dan melakukan intervensi ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk kepentingan keluarganya. PDIP juga menganggap telah mencederai kepercayaan rakyat terhadap partai.

memang termasuk presiden yang berani mengabaikan etika atau kepatutan politik dan sosial. Sepanjang sejarah Indonesia belum pernah ada presiden yang tanpa malu-malu mengajukan anaknya sebagai calon wakil presiden.

Bahkan tidak hanya menempatkan anaknya sebagai wapres tapi juga “membiarkan” menantunya, Bobby Nasution, sebagai kepala daerah.

Soeharto, presiden Indonesia kedua, yang dianggap otoriter dan berkuasa 32 tahun masih punya rasa ewuh pekewuh untuk mengangkat anaknya sebagai pejabat. Ia baru menjelang lengser menempatkan putri sulungnya, Tutut Hardiyanti Rukmana, sebagai menteri sosial.

Pertanyaannya, pasca dipecat PDIP, akan berlabuh ke partai mana. Idealnya, sebagai mantan presiden, mandeg mandhito. Sebab presiden adalah jabatan tertinggi dalam suatu negara. Sangat tak pantas dan tak bijak seorang mantan presiden masih terus cawe-cawe politik. Sebab selain dianggap berperangai haus kekuasaan juga secara etika politik sangat tak elok.

Tapi memang sangat beda dengan presiden-presiden Indonesia sebelumnya yang dikenal bijak dan tahu diri. Jika presiden-presiden sebelumnya begitu lengser lebih banyak tafakkur dan ibadah serta aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, justru sibuk kesana-kemari cawe-cawe politik.

Prilaku politik itu tampaknya tak lepas dari posisi anaknya, Gibran, yang kini menjabat wakil presiden. Informasi yang beredar, memproyeksikan Gibran sebagai calon presiden pada 2029. masih percaya diri untuk mendorong Gibran sebagai capres pada 2029. Padahal sekarang saja Gibran sebagai wakil presiden sudah menjadi bahan tertawan masyarakat, terutama karena kapasitasnya yang tak memenuhi kelayakan.

Bahkan pidato saja Gibran tak bisa. Kasus terbaru saat putra sulung itu pidato di acara Fatayat NU. Ia sama sekali tak paham Bahasa Indonesia, terutama dalam menggunakan kata para yang berarti jamak atau orang banyak.

"Yang saya hormati, tokoh-tokoh, para-para tokoh agama, para-para kiai, para-para ibu nyai, yang hadir pada pagi hari ini..." ujar Gibran.

Pidato Gibran itu sangat menggelikan. Banyak netizen yang berkomentar bahwa Gibran sangat memalukan.

JOKOWI BAKAL BERGABUNG DENGAN PARTAI APA

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Presiden Jokowi Unboxing Sirkuit Mandalika, Ini Motor yang Dipakai':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO