Harga Daging Ayam di Kota Batu Terus Merangkak Naik Jelang Nataru

Harga Daging Ayam di Kota Batu Terus Merangkak Naik Jelang Nataru Tim satgas gabungan saat lakukan operasi sidak pangan.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru (Nataru) 2025, harga daging ayam di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam sepuluh hari terakhir, harga daging ayam naik sekitar 5-10 persen.

Sebelumnya, harga berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, namun saat tim Satgas Pangan Kota Batu melakukan inspeksi mendadak di beberapa pasar, harga daging ayam sudah mencapai Rp36 ribu per kilogram, Senin, (23/12/2024).

Dewi, salah satu pedagang ayam di zona 7A Pasar Induk Among Tani, mengatakan bahwa harga daging ayam mengalami kenaikan sebesar Rp1 ribu per hari per kilogram.

“Kemarin harga daging ayam berada di kisaran Rp35 ribu, sekarang sudah Rp36 ribu. Mungkin besok akan naik lagi, bisa berada di kisaran Rp40 ribu,” ucapnya.

Kenaikan ini, menurut Dewi, dipicu oleh meningkatnya permintaan pasar yang tinggi jelang Nataru. Jika sebelumnya ia hanya mampu menjual sekitar 1,25 kwintal daging ayam per hari, kini permintaannya meningkat menjadi 2 kwintal. Bahkan terkadang dapat pesanan khusus sebanyak itu. Namun, ia mengingatkan bahwa pasokan barang saat ini terbatas, yang turut memicu lonjakan harga.

Lestari Aji, Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, membenarkan bahwa harga daging ayam mengalami kenaikan di beberapa lokasi, mulai dari pasar tradisional hingga pasar besar di kota Batu.

“Harga daging ayam menjelang Nataru, sepuluh hari yang lalu berada di angka Rp32 ribu per kilogram, namun kini sudah mencapai Rp36 ribu,” ungkap Lestari.

Di sisi lain, harga daging sapi masih terpantau stabil antara Rp115-120 ribu per kilogram. Kenaikan harga daging ayam ini disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen yang lebih memilih daging ayam sebagai bahan pangan utama.

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kenaikan harga bahan pokok penting serta memastikan ketersediaannya di Kota Apel.

"Alhamdulillah, harga kebutuhan bahan pangan di Kota Batu relatif stabil, termasuk telor, minyak goreng, gula dan beras," tambahnya.

Operasi sidak pangan itu dilakukan bersama beberapa instansi terkait diantaranya kejaksaan, kepolisian, bagian perekonomian, asisten, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. (adi/msn)