Sejumlah kuli saat menaikkan tabung elpiji 3 Kg dari perahu ke daratan di Pelabuhan Rakayan Gersik Putih, yang berada di Kecamatan Kalianget. foto: faisal/BANGSAONLINE
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep Juhari meminta pemerintah daerah Kabupaten (Pemkab) untuk terus melakukan pengawasan terhadap stok LPG (liquified petroleum gas) di Sumenep. Itu sebagai upaya antisipasi adanya pelanggaran distribusi elpiji menjelang Idul Adha mendatang.
"Antisipasi dan pengawasan sangat penting. Itu untuk mencegah adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tertentu, seperti penimbunan dan pengoplosan serta pelanggaran yang lainnya dalam pendistribusian elpiji," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
Pengawasan yang dimaksud legislator dua periode itu, salah satunya melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke berbgai agen atau kios yang menyebar di seluruh kabupaten ujung timur pulau madura. Selain itu, juga melakukan pengawasan disetiap pendistribusian elpiji, utamanya ke daerah kepulauan.
Menurut dia, pemerintah daerah jangan setengah hati, apabila menemukan adanya indikasi kejanggalan yang dilakukan oleh salah satu oknum yang tidak bertanggungjawab. Jika memang persoalan yang dilakukan itu menyalahi hukum, pihaknya mengimbau agar persoalan yang ditemukan diberikan ke pihak penegak hukum.
”Kalau memang sudah ada indikasi kejanggalan, silahkan saja laporkan ke penegak hukum. Biar nantinya penegak hukum yang menanganginya,” ungkap dia.
Lebih lanjut Juhari mengatakan, menjelang hari raya Idul Adha kemungkinan adanya pelanggaran tersebut sangat besar. Sebab, diyakini sejak H-7 hingga H+15 permintaan elpiji, utamanya elpiji ukuran 3 Kg diprediksi akan mengalami peningkatan hingga 10 persen dibandingkan hari-hari biasa.






