Kondisi saluran air di sekitar Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Gresik, yang penuh rumput liar dan dangkal karena tak terawat dengan baik. Foto: Ist
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik, Ida Lailatul Sa'diyah, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan DPUTR terkait penanganan saluran air berupa parit.
"Kemarin kesepakatan dengan Pak Ubet (Kabid Pengairan DPUTR) untuk penanganan saluran air, karena di sana ada tusi saluran air, irigasi tambak, dan sawah, kami koordisasi dengan Pak Ubet untuk kolaborasi," ujarnya saat dikonfirmasi.
Disebutkan olehnya DCKPKP Gresik tak bisa bertindak sendiri dalam penanganan banjir di kawasan kota. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi dengan OPD terkait.
"Tetap kolaborasi, DCKPKP, DPUTR, dan Dinas Lingkungan Hidup. DPUTR dengan alat berat untuk pengerukan dan DLH dengan truk angkut sampahnya," katanya.
Dalam penanganan kepentingan masyarakat, Ida menyatakan Bupati Gresik bersama wakilnya dalam beberapa kesempatan one week program (OWP) minta antar-OPD harus saling kolaborasi.
"Pak Bupati dan Bu Wabup kalau OWP sudah sering mengingatkan semua OPD sebagai ASN dalam rangka pelayanan kepada masyarakat harus kolaborasi baik antar-OPD, masyarakat, kepala wilayah, dan pihak swasta. Langkah ini supaya bisa menghasilkan semaksimal mungkin, jangan sampai ada yang ketinggalan karena kurangnya kolaborasi," paparnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




