Demonstrasi kapal Nala Ares besutan tim Barunastra ITS saat mendemokan misi waterblast yang akan diperlombakan di ajang IRC 2025. Foto: Ist.
“Hal itu membuat pergerakan kapal lebih ringan dan fleksibel ketika bermanuver melewati rintangan perairan,” tambah mahasiswa Departemen Teknik Informatika ITS itu.
Selain itu, sistem kelistrikan pada desain kapal juga berhasil mencapai pembaharuan yang signifikan. Taib menjelaskan, Nala Ares mengaplikasikan dua sistem Printed Circuit Board (PCB) utama, yakni PCB Daya dan PCB Pengendali yang mampu mengoptimalkan kinerja kapal. Desain kelistrikan tersebut juga dapat meningkatkan efisiensi ruang, modularitas serta memudahkan proses perawatan kapal.
Selain dari segi teknikal, Nala Ares turut menggunakan sistem arsitektur perangkat lunak yang lebih sederhana untuk meningkatkan efisiensi komunikasi program dalam komputer. Taib menambahkan bahwa timnya menggunakan modul perception yang mampu menerima dan memproses informasi untuk dapat menyelesaikan misi.
“Itu membantu dalam proses integrasi sistem untuk mengambil tindakan yang tepat,” imbuhnya.
Dalam mematangkan persiapan menghadapi ajang IRC 2025, tim Barunastra ITS telah melewati berbagai tahapan sejak pematangan konsep hingga uji coba. Asisten Laboratorium Komputasi Cerdas dan Visi itu mengaku optimistis untuk dapat membawa kembali gelar juara umum di ajang IRC 2025.
“Melalui berbagai persiapan itu, kami berharap dapat membawa hasil yang memuaskan bagi ITS maupun bangsa Indonesia,” tuturnya penuh harap. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






