Gubes ITS Gagas Metode untuk Tingkatkan Performa Teknologi Antena

Gubes ITS Gagas Metode untuk Tingkatkan Performa Teknologi Antena Eko Setijadi menunjukkan miniatur antena yang digagasnya guna meningkatkan jaringan internet 5G pada ruangan. Foto: Ist.

BANGSAONLINE.com - Peranti berukuran kecil merupakan salah satu inovasi yang mampu mendukung efisiensi mobilitas manusia. Namun, jika hal tersebut diaplikasikan pada teknologi , justru menyebabkan performa yang cenderung menurun. Hal inilah yang mendorong Eko Setijadi, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (), untuk menciptakan metode guna meningkatkan performa teknologi dalam ukuran peranti yang kompak (compact).

Eko menerangkan, teknologi merupakan teknologi untuk mengubah sinyal listrik dari kabel menjadi gelombang elektromagnetik yang dapat merambat di udara. Umumnya, teknologi tersebut digunakan pada perangkat telekomunikasi, radar, navigasi, hingga radio.

Baca Juga: Guru Besar ITS Kaji Ketimpangan Ekonomi untuk Tingkatkan Daya Saing Wilayah

“Guna meningkatkan konektivitas perangkat tersebut, maka dibutuhkan peningkatan performa dari teknologi ,” jelas Eko, Selasa (25/2/2025).

Guru besar Teknik Elektro tersebut menambahkan, performa yang dimaksud adalah tuntutan untuk dapat menyediakan jaringan internet 5G, 6G, hingga membuatnya sebagai peranti implantable di bidang medis.

Oleh sebab itu, diinovasikan metode pengembangan teknologi dari sisi gain, bandwidth, dan keduanya untuk memberikan performa maksimal dengan ukuran kompak.

Baca Juga: Perkuat Industri, Profesor ITS Kembangkan Material Seluler dan Magnet Mesin

Lebih lanjut, Eko menerangkan bahwa gain pada teknologi berfungsi sebagai penguatan sinyal input untuk output-nya. Hal ini dilakukan dengan memberikan slot pada permukaan logam. Kemudian dihubungkan dengan daya antara dua yang sudah dikombinasikan ring pada resonator .

“Dengan metode ini, peningkatan gain mencapai hingga 14 dB yang beroperasi pada frekuensi 26 GHz,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Eko juga mengembangkan rentang frekuensi penyebaran sinyal agar dapat beroperasi secara efektif. Inovasi yang disebut pengembangan bandwidth ini dilakukan Eko dengan menambahkan struktur U slot pada permukaan logam.

Baca Juga: Luncurkan Kapal Terbaru, Tim ITS Optimis Raih Juara Lagi di Ajang IRC 2025

“Jika slot utama disambungkan daya, adanya U slot mampu memperlebar frekuensi sinyal sembilan kali lipat atau setara dengan 1.2 GHz,” bebernya.

Melalui hasil yang memuaskan tersebut, Eko menggabungkan kedua inovasinya secara simultan agar dapat memberikan dampak yang lebih signifikan. Hal ini ia lakukan dengan menambahkan struktur periodik atau mematerial (MM) untuk memberikan indikasi adanya indeks bias negatif pada material.

“Metode ini mampu memperlebar bandwidth hingga 1,79 GHz dengan peningkatan gain mencapai 15 dB,” ungkap lelaki asal Sidoarjo tersebut.

Baca Juga: Prodi RKP ITS Raih Penghargaan Khusus dari DK3P Jatim

Dengan ketiga metode yang digagasnya, Eko mengimplementasikannya dalam bentuk miniatur berukuran 3x4 sentimeter. Menurutnya, yang berhasil ia bentuk dengan ukuran kompak dan performa yang lebih stabil mampu memberikan efek yang berdampak pada bidang teknologi. Hal ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 9 yaitu infrastruktur, industri, dan inovasi.

Eko berharap, metode yang ia gagas dapat memotivasi para praktisi dan akademisi untuk mengembangkan inovasi lainnya di bidang teknologi . Jika teknologi bisa dikembangkan lebih jauh, maka teknologi informasi, komunikasi, hingga otomatisasi mampu dikuasai dengan baik.

“Dengan demikian, teknologi mampu memicu kemandirian teknologi untuk kedaulatan Bangsa Indonesia,” pungkasnya. (msn)

Baca Juga: Hebat, Mahasiswa ITS Ciptakan Gelang Sensor Pintar untuk Cegah Kecelakaan Kerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO